Kebijakan Membuka Kembali Mal Dipertanyakan

- 27 Mei 2020, 11:14 WIB
Salah satu mal di Jakarta.

ANGGOTA Ombudsman RI, Alvin Lie turut menanggapi rencana pemerintah yang bakal kembali membuka sejumlah mal di DKI Jakarta mulai Jumat, 5 Juni mendatang.

Alvin mempertanyakan urgensi dibuka kembalinya mal. Menurutnya langkah tersebut tergesa-gesa, sebab saat ini kurva penyebaran pandemi Covid-19 di ibu kota belum melandai.

"Saya harap ini (pembukaan mal) dipertimbangkan lagi, urgensinya apa mal dibuka? Toh selama ini mal tidak buka, tapi supermarket dan rumah makan di dalamnya masih boleh buka," tutur Alvin dilansir dari prfmnews.id, Rabu (27/5/2020).

Alvin menilai rencana membuka kembali mal kurang realistis. Ia mengatakan, terlalu berisiko jika rencana tersebut dilakukan. Meskipun ia paham bahwa pemerintah tengah dilema.

"Ini kan berbahaya, saya paham bahwa pemerintah menghadapi dilema, ekonomi perlu berputar, tapi jangan lupa bahwa kalau tergesa-gesa seperti ini, dan mal dibuka, khawatir ini apabila mal dibuka beberapa hari pertama masih disipilin, setelah satu pekan tidak disiplin. Nanti akan terjadi kluster baru, dan kalau positif Covid terus naik, ujung-ujungnya akan diberlakukan PSBB lagi dan akan makin sulit dan makin lama (Corona)," terang dia.

Dikatakannya, banyak opsi yang bisa diambil untuk pemulihan perekonomian selain membuka mal. Contohnya, membuka sektor industri, dan memberikan insentif bagi pelaku UMKM.

"Itulah yang saya pertanyakan kenapa harus mal? Apakah tidak ada cara lain? Toh sekarang orang ke mal bukan untuk belanja, tapi hanya untuk senang-senang, belanja lebih banyak online, ke mal untuk makan dan ketemu temen. Ini (urgensi pembukaan mal) saya pertanyakan?," katanya.

"Kalau memang roda ekonomi akan digulirkan, berilah suport kepada yang selama ini sudah patuh, masyarakat yang sudah patuh diberi insentif, pengusaha yang online, makanan delivery beri insentif. Perputaran uang lebih besar di perindustiran daripada di perdagangan, di mal. Lalu pengusaha UMKM ditata lagi aja, supaya pasar lebih hidup tapi tetap memenuhi standar kesehatan," paparnya.

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X