Jabar Matangkan Skenario Tatanan Normal Baru yang Diberlakukan Awal Juni

- 27 Mei 2020, 12:24 WIB

PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat menyiapkan skenario penyesuaian Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang akan berlaku di seluruh kabupaten/kota mulai Juni 2020. Penyesuaian PSBB disebut pelonggaran PSBB atau PSBB Proporsional.

"Penyesuaian PSBB bisa disebut Tatanan Normal Baru. Tergantung pada pemahaman seperti apa. Penyesuaian PSBB di era Tatanan Normal Baru mencakup penerapan protokol kesehatan secara ketat dan terukur di bidang transportasi publik, industri dan perkantoran/pabrik, sekolah dan lembaga pendidikan, pusat pelatihan," ujar Juru Bicara Satgas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Provinsi Jabar, Berli Hamdani Gelung Sakti dalam siaran persnya, Rabu (27/5/2020).

Menurutnya, selain itu, mendesain ulang gedung-gedung industri dan perkantoran agar leluasa menerapkan jaga jarak, mendesain ulang sistem layanan publik yang minim kontak fisik (daring/online).

"Selain itu juga dengan menggelar tes swab masif di semua area tersebut sesuai persentase sasaran yang dipersyaratkan, misal 0,6 persen populasi," jelas Berli.

Di samping itu, pada penyesuaian PSBB di era Tatanan Normal Baru, juga akan berlaku penyediaan ruang khusus orang dengan gejala (ODG) oleh perusahaan seusuai Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha Situasi Pandemi.

Jika memungkinkan, katanya area tersebut di atas juga harus terkoneksi secara sistem dengan fasilitas pelayanan kesehatan yang akan melakukan pemantauan terhadap semua civitas/pelaku perjalanan, industri/pabrik, perkantoran, sekolah, lembaga diklat tersebut.

"Dengan demikian diharapkan deteksi dini penemuan potensi penularan bisa dilakukan lebih awal dan lebih paripurna," kata Berli.

Menurutnya, pengesuaian PSBB akan diupayakan secepat mungkin namun ditarget awal Juni 2020. "Semoga sudah bisa berjalan di awal Juni. Karena semakin cepat pelaksanaan diharapkan dapat meminimalisasi permasalahan yangg timbul," jelasnya.

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

X