Hadapi New Normal, Bupati Garut Kebingungan Berlakukan KBM

- 27 Mei 2020, 15:34 WIB
Bupati Garut Rudy Gunawan

PEMERINTAH Kabupaten Garut mengaku masih kebingunan akan memulai kembali proses belajar mengajar peserta didik jenjang SD dan SMP. Hal ini disampaikan Bupati Garut, Rudy Gunawan, Rabu (27/5/2020).

Menurut Rudy, Garut memang sudah masuk dalam level biru dan bisa dikatakan aman. Namun 8ntuk kegiatan belajar mengajar sekolah, masih tetap menunggu keputusan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

"Letak geografis sekolah yang ada di Kabupaten Garut, menjadi salah satu pertimbangan. Apalagi di Garut sekolah masih banyak yang belum memiliki sarana air bersih. New Normal dalam pembelajaran harus didukung dengan pasilitas yang baik pula," tuturnya.

Ia menuturkan, untuk kembali memberlakukan sekolah, pihaknya sudah membahas dengan Dinas Pendidikan Garut. Termasuk dalam menerapkan protocol kesehatan.

"Kemungkinan untuk melaksanakan pembelajaran di sekolah dengan tetap mengacu ada SOP protokol Corona, bahwa kita akan menyediakan tempat cuci tangan, vitamin dan lain-lain. Tetapi untuk mempersiapkan itu terganjal tidak adanya ruangan kelas baru, misalnya satu ruang ada 40 siswa. Dengan harus mengatur jarak ruangan kelas tidak akan mencukupi," ungkap Rudy.

Ia juga menjelaskan, dengan kondisi yang ada saat ini tidak menutup kemungkinan, Dinas Pendidikan akan menghadapi polemik besar. Apalagi untuk menyelenggarakan pembelajaran di sekolah dengan cara tersebut, dengan jumlah siswa SD yang mencapai 360 ribu siswa, maka harus menyediakan ruang kelas hampir 7000 kelas.

"Kita mau menyediakan alat tempat cuci tangan saja, sekolah–sekolah kesulitan air, tetapi bagi sebagian sekolah yang siap menyediakan 4 komponen yang harus disiapkan menuju "New Normal" itu bagus untuk persiapan apabila pembelajaran di sekolah diberlakukan, maka alternatifnya kita menunggu arahan dari Kemendikbud saja," ucapnya.

Sementara Direktur Pusat Informasi Studi Pembangunan (PISP) Deni Ramdhani menilai Surat Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Nomor. 420/668-Disdik, tanggal 26 Mei 2020, yang ditandangani oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Totong, perihal Kesiapan Pembelajaran New Normal, telah menimbulkan kesimpangsiuran, khususnya di kalangan orang tua murid.

"Kesimpangsiuran tersebut di antaranya apakah para murid bersekolah kembali seperti situasi sebelum adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) atau bagaimana?" kata Deni.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X