Jabar Siap Songsong Tatanan Normal Baru

- 27 Mei 2020, 19:48 WIB

PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat menyatakan siap memasuki tatanan normal baru (new normal). Tatanan normal baru diyakini dapat memulihkan perekonomian di Jabar namun tetap disertai dengan pengendalian risiko penularan Covid-19 yang komprehensif.

Menurut Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar, Berli Hamdani hasil kajian epidemiologi dari dua perguruan tinggi, UI dan Unpad,  Angka reproduksi (Rt) penyebaran Covid-19 di Jabar menyentuh angka 1. Artinya, Jabar dinilai dapat mengendalikan SARS-CoV-2, virus penyebab Covid-19.

"Kita sudah bisa mempertahankan Rt atau angka reproduksi dari penularan ini di angka 1. Artinya, 1 orang positif Covid-19 di Jabar menularkan ke 1 orang lainnya," kata Berli dalam jumpa pers di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (27/5/2020).

Ia mengatakan, hasil evaluasi pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tingkat provinsi juga menunjukkan hasil yang positif. Hal itu terlihat dari rata-rata penambahan kasus per hari, dari 40 kasus per hari pada akhir April 2020 turun menjadi 21-24 kasus pada akhir Mei.

Tingkat rata-rata kematian Jabar akibat Covid-19 pun menurun dari 7 jiwa menjadi 3 jiwa per hari. Sementara tingkat kesembuhan mencapai dua kali lipat. Kemudian, jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit mengalami penurunan.

Selain itu, kata Berli, Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar sudah mengumumkan level kewaspadaan untuk 27 kabupaten/kota. Berdasarkan hasil evaluasi, 3 daerah berada di level 4 atau zona merah, 19 daerah berada di level 3 atau zona kuning, dan 5 daerah berada di level 2 atau zona biru. Level kewaspadaan tersebut akan menentukan penerapan tatanan normal baru di setiap daerah.

"Jadi dari perkembangan ini sebenarnya sudah ada perbaikan secara pengendalian Covid-19 di Jabar. Kemudian kalau kita lebih memperdalam lagi secara tataran level kelurahan atau kecamatan, kecamatan yang ada positif di Jabar ini tidak lebih dari 203 kecamatan yang melaporkan atau diketahui terdapat pasien Covid-19," ucapnya.

Berli mengatakan, Pemda Provinsi Jabar siap beradaptasi dan memasuki tatanan normal baru dengan menyusun panduan pencegahan dan pengendalian Covid-19 di semua sektor, mulai dari lembaga pendidikan, rumah ibadah, industri, perdagangan, sampai perkantoran.

Menurutnya, panduan tersebut menyiapkan protokol kesehatan baru yang lebih ketat. Misalnya, mal wajib membatasi jumlah pengunjung, menyediakan alat kebersihan bagi pekerja dan pengunjung, dan memasang pembatas atau tabir kaca bagi pekerja yang melayani pengunjung.

Halaman:

Editor: Brilliant Awal


Komentar

Terkini

X