Jelang Pelonggaran Lockdown, Tak Ingin Terinfeksi Covid-19 PSK Eropa Terapkan Aturan Baru bagi Klien

- 28 Mei 2020, 13:22 WIB

Berharap kembali aktif di masa pandemi di tengah kekhawatiran infeksi virus corona, para pekerja seks komersial Eropa tepatnya Swiss menerapkan aturan wajib bagi calon klien. Dikutip dari DailyMail kemarin, ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19. 

Swiss melarang kegiatan prostitusi sejak dua bulan lalu. Kini jelang pelonggaran lockdown, organisasi industri dewasa ProKoRe meyakinkan pemerintah untuk mengizinkan rumah bordil beroperasi dengan aturan main baru yang disebut minim kemungkinan infeksi.

Salah satunya dengan pembatasan posisi dan durasi. ProKoRe menyebut posisi yang menjaga wajah tetap berjauhan menjadi pilihan. Dalam hal ini mereka merekomendasikan setidaknya dua posisi.

Selain itu laporan media setempat menyebut pencegahan sebaran juga dilakukan dengan mencuci seprai dan handuk dengan suhu yang ditentukan serta memastikan ruangan memiliki ventilasi cukup. 

Tak hanya itu, ruangan yang telah digunakan wajib dibersihkan dan aktivitas intim yang dilakukan tidak diperbolehkan melebihi batas waktu 15 menit. Para PSK dan klien pun wajib bermasker.

Selain itu rumah bordil harus menyediakan sarung tangan, kondom dan disinfektan. Kontak dengan barang klien pun wajib dihindari seperti dompet, topi, tas, jaket dan lainnya.

Dan di masa pandemi klien diwajibkan meninggalkan nomor kontak untuk memudahkan penelusuran jika ada kasus positif di rumah bordil. Nomor kontak baru akan dihapus setelah empat minggu dari kunjungan.

Pemerintah Swiss berencana melakukan pelonggaran lockdown pada 8 Juni mendatang. Memanfaatkan momentum, ProKoRe menyosialisasikan panduan bagi pelaku prostitusi. Mereka menyebut urgensi diizinkannya rumah bordil kembali beroperasi karena memicu prostitusi ilegal.

Swiss termasuk negara yang melegalisasi industri prostitusi. Sejak pandemi mewabah pemerintah memberlakukan larangan aktivitas PSK per 16 Maret lalu. 

Halaman:

Editor: Mia Fahrani


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X