Mulai Jumat Lusa, Tempat Ibadah di Kota Bekasi Boleh Gelar Peribadatan

- 27 Mei 2020, 20:57 WIB

MESKI memperpanjang masa pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar untuk ketiga kalinya, Pemerintah Kota Bekasi telah bersiap menyongsong era tatanan baru. Tidak hanya pusat perbelanjaan dan tempat niaga yang diperkenankan kembali beroperasi, tapi juga tempat-tempat ibadah pun sudah boleh kembali menggelar peribadatan per 29 Mei 2020.

"Namun hanya yang kelurahannya sudah dinyatakan sebagai zona hijau. Jika masih zona merah, ditahan dulu," ucap Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, Rabu (27/5/2020).

Sejauh ini, dari 56 kelurahan di Kota Bekasi, masih ada tujuh kelurahan di antaranya yang masih berstatus zona merah. Termasuk di antaranya Kayuringin Jaya di Kecamatan Bekasi Selatan, Mustikasari di Kecamatan Mustikajaya, Kelurahan Bantargebang di Kecamatan Bantargebang, Bintara Jaya, Kranji, dan Bintara di Kecamatan Bekasi Barat.

Berbeda dengan label sebagai wilayah zona merah di Jawa Barat -bersama Kabupaten Bekasi dan Cimahi- Rahmat justru meyakini wilayahnya kini sudah aman. Keyakinan tersebut didukung dengan kenyataan telah terjadinya pelambatan laju penularan virus, pelambatan kenaikan jumlah Orang Dalam Pemantauan dan Pasien Dalam Pengawasan, penurunan angka kematian, juga meningkatnya angka kesembuhan pasien positif Covid-19.

"Sampai saat ini saja, rumah sakit di Kota Bekasi tinggal merawat sembilan pasien positif. Lima di antaranya satu keluarga yang sempat diberitakan terpapar saat solat Idulfitri," katanya seperti dikutip wartawan PR, Riesty Yusnilaningsih.

"Padahal sekalian saya luruskan, mereka bukan tertular saat salat Idulfitri di masjid, tapi tertular orang tuanya yang hasil tes swab-nya baru keluar setelah Idulfitri dan benar menulari anggota keluarga yang lain," imbuhnya.

Rahmat menyebutkan, keberhasilan Kota Bekasi memperbaiki angka-angka indikator tersebut merupakan buah dari kerja keras para aparaturnya yang didukung kedisiplinan warga serta gencarnya pelaksanaan 'rapid test' maupun tes usap.

"Kalaupun nantinya sudah tidak ada lagi PSBB, 'rapid test' dan 'swab test' akan tetap kami gencarkan, karena alatnya masih banyak. Jika habis pun kami akan membelinya lagi," katanya.

Lebih lanjut Rahmat mengatakan, saat sudah beroperasi kembali, pusat perbelanjaan, toko-toko, juga tempat ibadah tetap harus mempraktikkan standar prosedur kesehatan. Mulai dari penggunaan masker, penyediaan area cuci tangan baik menggunakan air dan sabun atau 'hand sanitizer', menjaga jarak satu sama lain, sehingga kapasitas sebuah tempat tidak diperkenankan penuh sesak.

Halaman:

Editor: Brilliant Awal


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X