Tiga Bulan dari Kasus Kematian Pertama, Korban Meninggal Covid-19 Amerika Serikat Kini Lebihi 100K

- 28 Mei 2020, 09:00 WIB

Empat bulan sejak mengonfirmasi kasus pertama Covid-19, angka korban meninggal akibat virus yang menyerang organ pernapasan tersebut di Amerika Serikat kini telah melewati angka 100 ribu. Dikutip dari DailyMail, Kamis (28/5/2020) angka yang mengkhawatirkan tadi tercatat pada Rabu kemarin.

Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi di dunia dan melebihi jumlah korban tewas tentara AS dalam konflik peperangan mana pun sejak Perang Korea. Kepastian angka 100 ribu diungkap John Hopkins University dalam rilis semalam yang menyebut 100.047 warga AS meninggal akibat virus corona.

Sebelumnya pada bulan Februari Presiden Donald Trump menyebut sebaran Covid-19 akan hilang dengan sendirinya seiring cuaca yang semakin hangat. Skenario yang kini tak terbukti. Sempat menyebut 11 ribu sebagai angka kematian maksimal, terakhir pemerintahan Trump menyebut 100 ribu menjadi "bukti jika AS menangani pandemi dengan baik."

Kasus Covid-19 pertama yang terkonfirmasi di AS sendiri dimulai pada bulan Januari dan saat ini jumlah warga terinfeksi mencapai 1,69 juta. Dan kini pihak Gedung Putih menyebut simulasi menunjukkan jumlah kematian Covid-19 Negeri Paman Sam diprediksi mencapai 131 ribu pada Agustus mendatang.

Jumlah kematian terkini akibat pandemi corona di AS menyamai korban tewas akibat pandemi flu pada 1968. Sedangkan angka terburuk yaitu 675 ribu tewas tercatat pada wabah flu tahun 1918.

Terkait jumlah kematian Covid-19, sejumlah pakar termasuk virolog Anthony Fauci menyebut total korban tewas sangat mungkin lebih tinggi dari angka resmi. AS pertama kali mengonfirmasi warga terinfeksi pada 21 Januari. Warga Washington tersebut diketahui melakukan perjalanan ke episentrum wabah, kota Wuhan, Cina.

Lebih dari satu bulan setelah kasus kematian pertama pada 29 Februari, tiga bulan kemudian AS melebihi Cina untuk korban tewas yang terkonfirmasi. Saat ini wabah masih belum sepenuhnya tertangani dengan kenaikan kasus dalam satu minggu terakhir di 20 negara bagian.

Editor: Mia Fahrani


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X