Kebijakan New Normal Harus Perhatikan Pondok Pesantren

- 28 Mei 2020, 08:59 WIB

ANGGOTA DPRD Fraksi PKB Jawa Barat, Dadan Hidayatulloh meminta skema penerapan kebijakan hidup normal baru (New Normal) di saat wabah COVID-19 memperhatikan keberlangsungan di pondok pesantren.

"Dalam Pemberlakuan new normal tidak hanya soal ketahanan ekonomi, soal harus di pertimbangan utamanya Kegiatan belajar mengajar (KBM), baik di sekolah maupun di pondok pesantren," paparnya dalam rilis yang diterima galamedianews, Kamis (28/5/2020).

Utamanya di pondok pesantren yang pendidikannya dilakukan  dengan pola pengasuhan selama 24 jam. Bahkan santri biasa di pondok baru diizinkan pulang setelah beberapa bulan di pondok, kecuali situasinya lain.

"Artinya kebijakan new normal di ponpes ini membutuhkan perhatian khusus. Karena santri adalah aset bangsa yang wajib kita semua jaga," katanya.

Guna memastikan rasa aman dan nyaman, serta ketenangan  baik buat orang tua santri, para santri para kiai dan pengasuh, areal pondok wajib disemprot disinfektan, wajib mengikuti rapid test dan swab untuk semua yang terlibat dalam kegiatan belajar mengajar di pondok.

"Baik pak Kyai, santri, tukang masak, penjaga dan yang terlibat lainya dalam KBM di ponpes untuk di rapid test dan swab, guna memastikan dan meyakinkan bahwa kegiatan aman untuk dilaksanakan," tuturnya.

Editor: Brilliant Awal


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X