Direktur RS UNS: Perkembangan Covid-19 Pasca Lebaran Mengkhawatirkan

- 28 Mei 2020, 19:01 WIB
Perwakilan alumni FH UNS angkatan 2011 menyerahkan bantuan APD ke RS UNS lewat Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho.

LABORATORIUM Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret (RS UNS) sebagai salah satu laboratorium nasional yang ditunjuk khusus menangani covid 19, sampai Kamis 28 Mei 2020 telah memeriksa sebanyak 2.800 lebih media sampel Covid 19. Di antara jumlah itu, sekitar 10 persen atau 200-an lebih di antara sampel dari pasien dalam pengawasan (PDP) yang dikirim berbagai daerah kedapatan positif Covid-19. 

Direktur RS UNS, Prof. Dr. Dokter Hartono, mengungkapkan hal itu kepada wartawan, seusai menerima bantuan alat pelindung diri (APD) sumbangan alumni Fakultas Hukum (FH) UNS angkatan 2011, di "Gedung dr.  Prakosa" kantor pusat UNS, Kamis (28/5/2020). 

"Selama masa lebaran, media yang dikirim dari daerah-daerah cenderung berkurang, karena menurunnya aktivitas masyarakat. Tetapi persentase itu termasuk mengkhawatirkan, karena di atas angka rata-rata nasional sekitar 7 persen. Meskipun seminggu terakhir ada tren penurunan angka PDP yang terkonfirmasi positif, kita tetap waspada agar persentase yang mengarah ke 7 persen jangan sampai meningkat," katanya. 

Kondisi selama seminggu masa Lebaran, menurut Prof. Hartono,  tidak bisa dijadikan acuan untuk perkembangan pasca lebaran. Karena selama seminggu itu, penanganan PDP di rumah sakit yang mengirim rujukan tidak maksimal dan pengambilan sampel juga tidak maksimal. Dia melihat kondisi PDP pasca lebaran berpotensi naik, seiring meningkatnya aktivitas masyarakat termasuk pengambilan media sampel di rumah sakit. 

Di wilayah kerja RS UNS sendiri  dalam penanganan Covid-19 yang wilayahnya sangat dinamis, setiap dua minggu dievaluasi. Pada minggu ini, RS UNS memeriksa sampel kiriman dari Kabupaten Sukoharjo, Kota Solo, Kabupaten Klaten, Boyolali dan Kabupaten Wonosobo. Sampel media yang diperiksa pada 27 Mei 2020 sebanyak 90 lebih. Sejak dua minggu terakhir sebelum lebaran, RS UNS memeriksa rata-rata 100 sampai 120 sampel media per hari.

"Pasien dari wilayah Surakarta sendiri, meliputi Kota Solo, Kabupaten Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Boyolali dan Klaten, yang dirawat di RS UNS  dalam seminggu terakhir menurun dari sebelumnya 21 orang sekarang tinggal 5 orang. Kita harapkan angka itu terus menurun. Namun melihat tren nasional yang meningkat kita harus tetap waspada," jelasnya. 

Prof. Hartono menambahkan, meskipun sekarang terjadi penurunan jumlah pasien rawat inap di RS UNS, pihaknya tetap menambah tempat tidur untuk antisipasi jika terjadi lonjakan secara nasional. Di rumah sakit pendidikan itu, semula hanya menyediakan 40 bed untuk pasien Covid-19, kini ditambah 25 bed di lantai 7 dengan fasilitas lebih lengkap, seperti tempat tidur untuk hemodialisis, untuk persalinan, perawatan janin, ICU dan HCU Covid-19. Dia menyatakan, perkembangan Covid-19 di Jateng  akan menunjukkan kenaikan seperti Jatim atau tidak, baru akan bisa dilihat dua minggu mendatang. 

Sementara itu, alumni FH UNS angkatan 2011 menyerahkan bantuan sebanyak 20 set APD ke RS UNS, lewat Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho. Bantuan yang  berasal dari penggalangan donasi online tersebut, diharapkan dapat dimanfaat bagi tenaga kesehatan yang merawat pasien Covid-19. 

"Kebutuhan APD yang diperlukan sangat banyak. Bulan lalu, Dinkes merilis bahwa kebutuhan APD sangat mendesak. Meskipun bantuan kami tidak banyak, kami ingin ikut berkontribusi membantu pemerintah melawan wabah Covid-19," ujar perwakilan alumni, Azis Nurarifin.

Halaman:

Editor: Efrie Christianto


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X