Karya Tani Muda Desa Sukasenang Wujudkan Swasembada Pangan Melalui Usaha Sederhana

- 29 Mei 2020, 16:54 WIB
Petani Muda Desa Sukasenang Kabupaten Tasikmalaya saat panen.

PANDEMI Covid-19 memang menimbulkan dampak luar biasa di segala sektor, termasuk sektor pertanian yang terkena dampak wabah tersebut.

Guna mengendalikan pangan, warga Desa Sukasenang melalui kelompok pemuda tani yang tergabung dalam Karya Tani muda Desa Sukasenang, Kecamatan Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya, memanfaatkan lahan tidur untuk ditanami holtikultura.

Ketua Karya Tani Muda Desa Sukasenang, Asep Nurjaman menyebutkan, pihaknya menggalakkan para pemuda Desa Sukasenang untuk aktif dan bekerja keras. Hal ini sebagai usaha menyiasati keterbatasan kebutuhan pokok.

Karya Tani muda Desa Sukasenang melakukan penanaman sejak wabah corona merebak. Saat ini tanaman holtikultura itu sudah mulai bisa dipanen.

"Memanfaatkan lahan untuk ditanami guna mewujudkan swasembada pangan. Melalui hasil produksi pertanian ini, khususnya keluarga-keluarga mampu memenuhi kebutuhan pangannya," ujar Asep, saat dilokasi pertanian, Jumat (29/5/2020).

Menurut Asep, melalui kegiatan seperti ini petani muda Desa Sukasenang ingin mendorong juga agar para pemuda memiliki motivasi untuk mau bercocok tanam dan memanfaatkan lahan kosong yang tidak produktif menjadi produktif.

Dan masyarakat, lanjut Asep, bisa mengurangi pengeluaran belanja. Sehingga kebutuhan pangan dapat terpenuhi dari hasil bercocok tanam sendiri. Apalagi ekonomi seperti sekarang sedang sulit akibat dampak pandemi Covid-19.

Selain kesehatan, dampak paling dekat yang disebabkan oleh wabah Covid-19 kepada beberapa sektor terutama sektor kehidupan ekonomi rumah tangga.

Masyarakat yang mengikuti protokol kesehatan dengan menerapkan physical distancing dan penerapan PSBB di setiap daerah, terpaksa mengalami krisis ketersediaan kebutuhan pangan.

Sebagai salah satu indikatornya melalui tercukupinya pengonsumsian pangan yang sangat kaya akan karbohidrat dan vitamin. Sehingga tubuh mampu meningkatkan imunitas tubuh yang kuat.

"Kami meminta Pemkab Tasikmalaya bisa lebih serius memperhatikan para pemuda yang mau bergerak secara mandiri," ujarnya.

Maka dari itu, kata Asep, pemerintah harus hadir dan ikut memperhatikan keberlangsungan pertanian, khususnya pemuda yang masih mau bercocok tanam. Disamping kebutuhan pangan yang meningkat dan regenerasi petani yang terus mengalami penurunan, pemerintah harus serius.

"Karena untuk melawan Covid-19 bukan saja tertuju pada medis saja, namun kebutuhan pangannya pun harus benar-benar disiapkan," katanya.



 

 

Editor: Efrie Christianto


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X