Saat Tahap New Normal, Sekolah Belum Boleh Buka Dulu

- 29 Mei 2020, 17:43 WIB

BAGI daerah yang akan melaksanakan new normal atau adaptasi kebiasaan baru (AKB) di Jawa Barat, diimbau untuk melaksanakan aktivitas warga di daerahnya secara bertahap. Menurut Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil ada tiga tahapan yang dilakukan saat AKB yang akan diputuskan oleh bupati dan wali kota masing-masing daerah yang melaksanakan AKB.

Pertama, rumah ibadah. Aktivitas warga yang didahulukan adalah di rumah ibadah. Aktivitas warga yang dipersiapkan bertahap, yaitu 50 persen dulu. Emil, sapaan Ridwan Kamil mencontohkan jika di sebuah masjid kapasitas warga untuk melakukan salat berjemaah sebanyak 100 orang, maka yang diperbolehkan saat AKB adalah 50 orang dulu. Warga lainnya nanti bergantian.

“Kedua, kegiatan ekonomi. Dalam kondisi AKB kegiatan ekonomi yang didahulukan adalah industri dan perkantoran. Ini berdasakan hasil kajian bahwa kegiatan ekonomi yang memiliki risiko kecil tapi dampaknya besar adalah industri dan perkantoran. Hilir mudiknya orang di industri dan perkantoran lebih terkontrol,” kata Emil saat jumpa pers di Gedung Negara Pakuan Jalan Otista  Kota Bandung, Jumat (29/5/2020).

Ketiga, lanjutnya aktivitas ekonomi di bidang ritel, toko, dan mal. Bagi mal, ritel, atau pertokoan atau tempat perbelanjaan yang nanti diperbolehkan buka, maka wajib mempersiapkan surat pernyataan untuk melaksanakan protokol kesehatan dan menunjuk gugus tugas.

“Jadi, kalau ada petugas TNI/Polri yang memeriksa nantinya penjaga atau pengelola mall atau toko bisa menunjukannya surat pernyataan tadi dan gugus tugasnya,” katanya. Ia menambahkan, pelaksanaan AKB ini dilihat dalam 14 hari ke depan. Hitungan ini merujuk pada masa inkubasi virus corona yakni 14 hari.

Sementara itu, menurut Emil, hitungan tahapan pada masa AKB dilakukan per tujuh hari. Jika dalam 7 hari terkendali maka boleh ke tahapan selanjutnya. Jika dalam tujuh hari tidak terkendali maka akan dievaluasi. “Mengapa rumah ibadah dulu, karena berdasarkan kajian imliah yang kami lakukan dan juga hasil rekomendasi para ulama,” katanya.

Sementara itu, untuk sekolah, Emil mengimbau tidak buka terlebih dahulu. Pihaknya masih akan melakukan pengakajian mendalam, karena jumlah orang yang terlibat di dalamnya cukup banyak.

“Untuk sekolah belum boleh dulu, meeskipun di level atau zona biru. Jumlah siswa di Jabar kan jutaan, kita mengutamakan dulu keselamatan. Sekolah mungkin akan dibuka terakhir sampai betul-betul kasusnya terkendali,” jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat tidak euphoria dengan adanya keputusan AKB ini. Begitu juga kepada wali kota dan bupati tidak melakukan tahapan dengan gurung-gusuh atau tergesa-gesa.

Halaman:

Editor: Efrie Christianto


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X