Berawal di Minneapolis, Aksi Massa #BlackLivesMatter Capai Washington D.C. Gedung Putih Lockdown

- 30 Mei 2020, 13:53 WIB

Protes menuntut keadilan atas kematian warga kulit hitam George Floyd di tangan aparat Minneapolis yang diwarnai kekerasan dan penjarahan berlanjut hingga hari keempat. Dikutip dari DailyMail, Sabtu (30/5/2020) protes juga menyebar ke sejumlah kota lainnya.

Jumat malam massa di Atlanta yang turun ke jalan mengepung kantor pusat CNN. Kekerasan juga pecah di Brooklyn, New York dan kota asal Floyd Houston dan melebar ke ibu kota Washington DC. Terakhir protes juga digelar sejumlah warga di depan Gedung Putih.

Di Gedung Putih massa berhadapan dengan pasukan pengaman presiden Secret Service yang menghalau demonstran. Mencegah keributan Gedung Putih dinyatakan lockdown. 

Di Minneapolis di mana insiden terjadi, protes berujung chaos dengan penjarahan supermarket Target. Aksi juga berlanjut dengan pembakaran gedung kepolisian dan sejumlah tempat usaha. Menanggapi kekerasan Presiden Donald Trump memerintahkan Garda Nasional untuk mengambil alih tugas kepolisian.

Sejauh ini tensi di sejumlah negara bagian masih terbilang tinggi. Wali Kota Atlanta Keisha berupaya menenangkan massa. "Kekerasan tak menyelesaikan persoalan. Kita atasi bersama dengan hukum. Perusakan pada fasilitas umum sama saja dengan menghancurkan kota sendiri," serunya.

Kekerasan berawal saat George Floyd ditangkap atas tudingan bertransaksi dengan uang palsu. Video yang kemudian viral memperlihatkan, pria asal Houston itu diborgol dan digiring ke pinggir jalan.

Di sana dengan pengawasan empat petugas Minneapolis, Floyd diamankan dalam posisi telungkup dengan leher "dikunci" oleh lutut aparat bernama Derek Chauvin. Tindakannya memicu demo menuntut keadilan bagi warga kulit hitam. Terutama saat dalam penanganan kepolisian.

Chauvin mengunci leher Floyd dalam waktu sekitar sembilan menit hingga akhirnya korban meregang nyawa. Kini menyusul protes yang masih berlanjut dengan Chauvin resmi ditahan dengan tuduhan pembunuhan. 

Editor: Mia Fahrani


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X