Status Zona Kuning, Pemkot Cimahi Pilih Lanjutkan PSBB

- 30 Mei 2020, 17:39 WIB
ilustrasi

LEVEL kewaspadaan corona virus disease (covid-19) Kota Cimahi berstatus kuning, Pemkot Cimahi tetap melanjutkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap 4. Hal itu dilakukan sambil merumuskan aturan teknis untuk pemberlakuan kenormalan baru.

"Zona kuning masih rawan, karena PSBB diperpanjang kita laksanakan dulu sambil formulasikan kenormalan baru di Cimahi," ujar Wali Kota Cimahi Ajay M. Priatna kepada wartawan di Jalan Karya Bakti Kota Cimahi, Sabtu (30/5/2020).

Dalam pelaksanaan PSBB tahap 4 yang digelar secara parsial, lanjut Ajay, pihaknya tidak lagi melakukan penyekatan kendaraan di ruas jalan utama.

"Kalau untuk jalan protokol sepertinya tidak disekat, kami lebih fokus ke jalan wilayah masing-masing. Terutama tingkat kelurahan tetap dijaga supaya tidak terlalu bebas keluar masuk," katanya seperti ditulis wartawan "PR", Ririn Nf.

Soal kenormalan baru, Pemkot Cimahi masih mengusun formulasi yang tepat. "Kita tunggu lah perkembangan kondisi selama PSBB ini seperti apa. Bayangan saya di Cimahi karena berkaitan dengan sirkulasi ekonomi perdagangan enggak begitu khawatir karena tidak banyak. Kalau mal dibuka pun tidak akan penuh, biasa saja," terangnya.

Untuk tempat ibadah, Ajay menyatakan pekan depan baru akan membahas bersama MUI Kota Cimahi. "Pembukaan tempat ibadah baru dibahas di minggu depan bersama MUI. Ada zona hijau di Kota Cimahi seperti Kelurahan Pasirkaliki-Kel. Cimahi bisa aman kalau tempat ibadah dibuka, tapi kami tetap khawatir. Karena itu dipikirkan bagaimana tempat ibadah merumuskan protokol kesehatannya. Untuk sekolah saya enggak berani buka, nanti saja lebih baik diundur. Tidak mau bahayakan anak-anak," jelasnya.

Prioritas perumusan kenormalan baru di Kota Cimahi terutama kawasan industri. "Yang kami pikirkan soal kawasan industri, salah satunya soal kapasitas di perusahaan maksimal 50 persen. Bagaimana pengaturannya, jangan sampai ini jadi alibi perusahaan untuk mengurangi jumlah karyawan dengan di-PHK atau dirumahjljan. Jangan sampai seperti itu," ungkapnya.

Hal serupa juga berlaku untuk operasional pasar tradisional dan pasar modern. Munculnya kasus positif covid19 yang dialami pedagang Pasar Antri harus menjadi contoh agar kejadian serupa tak terulang.

"Seperti Pasar Antri, bagaimana syahwat belanja masyarakat bisa membuat lupa soal corona. Memang lamanya masa PSBB membuat masyarakat jenuh, lama tutup juga kasihan. Kalau mau operasional, harus taat aturan. Lakukan tes covid, terapkan protokol kesehatan dengan optimal. Pengelola harus ada upaya dijalankan untuk cegah penularan," tuturnya.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X