Kurangi Imej Supranatural, Pemimpin Tertinggi Korea Utara Akui Tak Bisa Teleportasi

- 30 Mei 2020, 20:38 WIB

Dianggap setengah dewa, ada banyak kepercayaan rakyat Korea Utara terkait pemimpin tertinggi mereka. Tak hanya presiden berkuasa saat ini Kim Jong-un tetapi juga mendiang kakeknya Kim Il Sung. Salah satunya keyakinan jika Il Sung yang berkuasa tahun 1948-1994 memiliki kemampuan menghilang.

Tepatnya berpindah tempat dalam hitungan detik tanpa bantuan alat transportasi apa pun atau berteleportasi ala Star Trek. Dikutip dari DailyMail beberapa waktu lalu, menanggapi mitos yang satu ini pemimpin tertinggi Korea Utara membantahnya. Setidaknya demikian diungkap media resmi pemerintah.

Konfirmasi tak terduga dari media pemerintah ini disebut pakar merupakan upaya Kim Jong-un mengubah citra dengan mengurangi imej supernatural. Demikian laporan Free Asia Radio.

"Kepastian" Il Sung tak bisa berteleportasi muncul dalam artikel berjudul The Secret of Teleportation yang diterbitkan Rodong Sinmun, harian yang dikelola partai berkuasa.

Mitos soal kemampuan teleportasi Il Sung datang dari legenda di masa perang dengan Jepang. Disebutkan jika berkat teknik chukjibeop atau menghilang secara fisik, Il Sung berhasil mengelabui tentara lawan dan meminpin gerilya menuju kemenangan.

Sementara itu, Kementerian Unifikasi Korea Selatan mengakui bantahan kemampuan supranatural pemimpin Korea Utara kali ini terbilang tak biasa. Hal senada disampaikan Yoo Dong-ryul dari Institut Demokrasi Liberal Korea.

"Kim Jong-un menjalani pendidikan di Swiss, jadi dia memiliki pemikiran Eropa," katanya. Ia melanjutkan, pola pikir Kim Jong-un membuatnya lebih tertarik dengan propaganda rasional.

Kim Il Sung mendirikan negara komunis berpartai tunggal Korea Utara pada 1948 dengan dukungan Uni Soviet. Tahun 1950 Il Sung berupaya menganeksasi teritori selatan yang berujung Perang Korea. 

Upayanya gagal dan kedua Korea sepakat mengakhiri perang senjata. Kim Il Sung mangkat pada 1994 dan digantikan Kim Jong Il hingga 2011 yang kemudian menandai era baru di bawah Kim Jong-un.

Halaman:

Editor: Mia Fahrani


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X