Peneliti Unisba Turut Berkontribusi Ciptakan mBSL-2 untuk Percepatan Penanganan Covid-19

- 31 Mei 2020, 19:25 WIB

DOSEN sekaligus peneliti Unisba, Dr. Tauhid Nur Azhar, M.Kes., turut berkontribusi dalam menciptakan mobile laboratirum biosafety level 2-Mobile Lab. BSL-2 (mBSL-2), yang baru diluncurkan secara virtual oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.

mBSL-2 ini merupakan gagasan bersama dan hasil dari proses kolaborasi serta sinergi potensi segenap anggota tim yang bernaung di dalam Task Force Riset dan Inovasi Teknologi untuk Penanganan Covid-19 Badan Pengkajian dan Penerapan  Teknologi (TFRIC-19 BPPT). Kolaborator yang terlibat antara lain peneliti dari IPB, ITB, Unisba,  Undip, Biofarma, dan tim perekayasa dari BPPT.

Menurut Tauhid, mBSL-2 ini dapat menjalankan proses pemeriksaan sampel Covid-19 sesuai dengan prosedur dan standar yang berlaku. Yang meliputi validitas dan akurasi hasil pemeriksaan yang ditunjang oleh sarana dan prasarana laboratorium yang memenuhi kaidah Biorisiko, Biosafety, dan Biosecurity. 

“Alat ini berfungsi untuk melakukan pengujian PCR Covid-19 di berbagai daerah. Tentu saja memiliki kemampuan untuk secara dinamis dipindahkan dari satu lokasi ke lokasi lainnya,” ungkapnya dalam siaran pers, Ahad (31/5/2020).

Alat ini sudah memenuhi standar World Health Organization (WHO) (BSL 2+) dengan memiliki Biosafety Cabinet Level II A2 untuk mencegah virus menginfeksi penguji. Selain itu, tersedianya ruang utama bertekanan negatif untuk mencegah virus keluar lingkungan, memiliki auto clave (alat pemusnah limbah) dengan limbah virus dapat langsung dimusnahkan. Serta pemantauan suhu, tekanan, kelembaban, limbah dan CCTV 24 jam (Building Automation System) untuk  menjamin keamanan lingkungan laboratorium.

Alat ini juga, katanya memenuhi standar laboratorium pengujian dengan alur pengujian satu arah (unidirectional flow) untuk mencegah kontaminan saat proses pengujian.

"Kemudian memiliki sistem pencatatan sampel serta pelaporan hasil yang terintegrasi untuk mencegah kesalahan pelaporan, dan tersertifikasi: Perrmenkes No. 411/MENKES/PER/2010 tentang Laboratorium Klinik. Selain itu, alat ini mudah untuk dipindah tempatkan dan dilengkapi aplikasi pantau Covid-19," jelasnya.

Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Unisba ini menjelaskan, proses kerjasama pengembangan mBSL-2 melibatkan banyak pihak yang berkontribusi sesuai dengan kapasitas masing-masing secara proporsional. 

“Ada desainer, ada ahli laboratorium Bioteknologi, ada ahli Biorisiko, ada ahli Biosafety, ada ahli struktur, ada ahli rekayasa elektrikal, ada ahli sistem informasi, ada ahli sistem kontrol, dan lainnya,” jelasnya.

Halaman:

Editor: Efrie Christianto


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X