Legislator Minta Perencanaan Aktivasi Pendidikan Harus Matang

- 1 Juni 2020, 10:26 WIB

ANGGOTA DPRD Provinsi Jawa Barat, Dadan Hidayatulloh meminta pemerintah provinsi Jawa Barat menyiapkan konsep yang matang terkait Adaptasi Kehidupan Baru (ABK) di sejumlah bidang, khususnya di bidang pendidikan. Pemprov Jabar harus memperhatikan bidang pendidikan.

"Soal protokoler kesehatan harus diperhatikan khususnya bidang pendidikan, mengingat di dalam bidang itu melibatkan ribuan siswa sekolah mapun pondok pesantren," ujar Dadan dalam rilis yang diterima galamedianews, Senin (1/6/2020).

Dadan menuturkan, para orang tua murid mengaku khawatir jika sekolah tetap dilaksanakan di tengah situasi Pandemi Covid-19 masih belum stabil.

"Apalagi dalam waktu dekat ada penerimaan siswa baru dan bulan Juli mendatang proses belajar mengajar di sekolah akan diselenggarakan kembali," paparnya.

Oleh karenanya, semua kegiatan tersebut harus benar-benar memperhatikan protokol kesehatannya. Dalam hal ini, Dinas Pendidikan wajib mengedukasi AKB di bidang pendidikan.

Sekolah juga wajib mneyediakan hand sanitizer, tempat air dan sabun cuci tangan di kawasan sekolah. Para siswa wajib menggunakan masker serta mengikuti anjuran jaga jarak.

"Jumlah sekolah di Jabar ini ribuan. Melihat jumlah sekolah dan siswa sebanyak itu, sangat riskan adanya penularan virus corona sehingga sekolah harus memperhatikan soal protokol kesehatan. Jangan sampai dibuka sekolah malah menimbulkan cluster baru penyebaran Covid-19" imbuhnya.

Tak hanya sekolah, Dadan juga meminta Pemprov Jabar memperhatikan ribuan pondok pesantren.

"Kemudian yang perlu diperhatikan di kawasan pondok pesantren adalah soal keberadaan mandi, cuci, kakus (MCK). Di beberapa tempat, MCK tidak sebanding dengan jumlah santri yang tinggal di pondok pesantren. Untuk itu, pemerintah setempat juga perlu memperhatikannya sehingga upaya pencegahan penularan penyakit di kawasan ponpes bisa sekecil mungkin diminimalisir," tuturnya.

Halaman:

Editor: Brilliant Awal


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X