Rusuh di 75 Kota Amerika Serikat, Aksi Massa BLM Berlanjut Hingga Malam Keenam

- 1 Juni 2020, 12:42 WIB

Chaos berlanjut di 75 kota Amerika Serikat di hari keenam aksi massa Black Lives Matter (BLM), Minggu malam waktu setempat. Protes pecah menyusul kematian warga kulit hitam George Floyd di tangan aparat Minneapolis Derek Chauvin.

Dikutip dari DailyMail, Senin (1/6/2020) aksi diwarnai kekerasan dan bentrokan antara demonstran dan aparat. Sejumlah klip yang ramai di sosial media menunjukkan bentrok massa di Manhattan New York yang berakhir dengan penangkapan ratusan orang termasuk putri Wali Kota Bill de Blasio.

Di Washington DC, gereja historis St. John yang berlokasi tak jauh Gedung Putih menjadi sasaran pembakaran. Masih di Washington polisi terpaksa membubarkan massa dengan gas airmata dan sprayer. Mereka membakar bendera di Lafayette Park yang berseberangan dengan rumah dinas presiden.

Sementara itu di Philadelphia belasan toko juga menjadi target perusakan dan penjarahan. Mencegah hal serupa aparat di Boston melakukan pagar betis. Kebijakan jam malam pun diterapkan di 40 kota dengan 15 kota lainnya mengaktivasi bantuan keamanan dari Garda Nasional.

Total puluhan ribu warga masih turun ke jalanan kota-kota besar Negeri Paman Sam. Menghadapi Garda Nasional, lebih dari 4.000 orang demonstran ditahan aparat. Meski demikian kehadiran pasukan pengaman federal tak membuat aksi berkurang.

Sejumlah pakar menyamakan tensi massa saat ini dengan kemarahan warga usai pembunuhan aktivis HAM Dr. Martin Luther King Jr. tahun 1968. Dari pihak aparat Fox News menyebut sedikitnya 50 anggota Secret Service mengalami luka-luka.

Sedangkan di Minneapolis, Minnesota di mana aksi bermula, pejabat berwenang menyebut demo telah disusupi agitator yang membuat aksi damai berubah ricuh. CNN melaporkan salah satu yang dicurigai yaitu kelompok supremasi kulit putih.

Saat ini Derek Chauvin yang mengunci George Floyd dengan lutut tepat di leher hingga mengembuskan napas terakhir dalam waktu 8 menit 46 detik resmk ditahan dengan tuduhan pembunuhan. Namun ini belum meredakan aksi massa.

Halaman:

Editor: Mia Fahrani


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X