Adaptasi Kebiasaan Baru, Masuk Pangandaran Harus Kantongi Surat Keterangan Bebas Covid-19

- 1 Juni 2020, 14:30 WIB
Pantai Pangandaran

KABUPATEN Pangandaran menjadi salah satu daerah di Jawa Barat yang masuk kategori zona biru (moderat). Maka dari itu, Kabupaten Pangandaran diperbolehkan melakukan adaptasi kebiasaan baru (AKB) atau new normal.

Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata mengatakan, mulai 2 Juni 2020 besok, pihaknya tidak akan lagi melakukan karantina kepada siapapun yang datang ke Pangandaran. Meski demikian, siapapun yang datang ke Pangandaran harus dibarengi dengan surat keterangan bebas Covid-19.

"Mulai hari Selasa besok kita tidak akan mengkarantina kembali karena kemarin kan kondisional karena kebiasaan orang untuk mudik ke Pangandaran. Tapi kita tetap melakukan saringan dimana orang yang ke Pangandaran harus disertai dengan surat keterangan sehat dan harus dilampiri dengan hasil tes rapid," tutur Jeje seperti dilansir dari prfmnews.id, Senin (1/6/2020).

Meski akan menerapkan adaptasi kebiasaan baru (AKB), Jeje meminta warga tetap menerapkan protokol kesehatan seperti di rumah saja, rajin cuci tangan pakai sabun, jaga jarak, dan tetap menggunakan masker.

"Sekarang rata-rata warga Pangandaran sudah terbiasa pakai masker," tambahnya.

Jeje mengatakan jika kini pihaknya akan mengawasi betul setiap kendaraan yang masuk dan keluar Pangandaran. Salah satunya adalah dengan mewajibkan lampiran surat keterangan bebas covid-19 bagi semua warga yang akan memasuki Pangandaran.

Sebagaimana diketahui, Pangandaran merupakan salah satu daerah tujuan wisata di Jawa Barat. Rencananya lokasi wisata di Pangandaran akan mulai dibuka pada 5 Juni 2020 mendatang.

"Tetapi dengan ketentuan yang sangat ketat seperti yang masuk Pangandaran harus dibarengi surat keterangan sehat hasil rapid. Yang kedua pelaku wisata harus disiplin menjalankan protokol kesehatan," sambungnya.

Rapid test mandiri memerlukan biaya yang cukup tinggi. Maka dari itu, Jeje mewajibkan seluruh pengusaha hotel, restoran dan tempat wisata di Pangandaran untuk memberikan diskon sebesar 30 persen sebagai kompensasi bagi warga yang melakukan rapid test.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X