Yana Berharap Warga Bandung Bisa Beradaptasi dengan 'New Normal'

- 1 Juni 2020, 15:44 WIB
Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana

WAKIL Wali Kota Bandung, Yana Mulyana berharap warga Kota Bandung bisa beradaptasi dengan situasi baru pandemi Covid-19, atau yang lebih dikenal dengan "New Normal". Pasalnya, Kota Bandung tidak bisa terus-menerus menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Mudah-mudahan bisa adaptasi New Normal di Kota Bandung berjalan dengan baik. Tapi sesuai dengan arahan pak gubernur, dengan penerapan standar protokol yang ketat," ungkapnya di Kawasan PHH. Mustopha, Kota Bandung, Senin (1/6/2020).

Seperti diketahui bersama, Kota Bandung masuk zona kuning Covid-19 sehingga perlu penerapan standar protokol kesehatan yang benar. Terlebih masih adanya pembatasan kegiatan, baik ekonomi, keagamaan dan lain sebagainya.

Menurut Yana, dengan kondisi tersebut Kota Bandung baru membolehkan beberapa kegiatan, tapi dengan pembatasan hanya 30 persen. Sebagai contoh dibukanya tempat ibadah, seperti masjid maupun gereja dengan kapasitas yang diperbolehkan hanya 30 persen.

"Termasuk kapasitas dalam kegiatan ekonomi, karena beresiko menimbulkan kerumunan jika lebih banyak pengunjung," ujarnya.

Dikatakannya pihaknya masih mempertimbangkan untuk dibukanya mall-mall di Kota Bandung, terlebih untuk sekolah karena dibutuhkan kajian lebih komprehensif.

Disinggung terkait pengawasan, lanjutnya, pihaknya akan mengerahkan aparat kewilayahan, TNI dan Polri dalam mengawasi kondisi ditengah masyarakat. Terlebih bagi petugas yang sebelumnya berfokus cek poin, akan dialihkan dalam pengawasan tersebut.

"Kan harus ada surat pernyataan dulu sebelum dibuka, misalnya melanggar aturan 30 persen maka dikenakan sanksi, seperti enggak seminggu enggak boleh dagang, tapi perwalnya masih dirancang," tuturnya.

Diakuinya, dalam menyelesaikan persoalan pandemi Covid-19, dibutuhkan peran dan kerjasama dari semua pihak, termasuk masyarakat. Seperti yang terjadi di Cafe Jardin di kawasan Jln. Cimanuk, beberapa waktu yang lalu.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X