Pilkada di Tengah Normal Baru, KPU Butuh Tambahan Dana Hingga Rp 535 Miliar

- 1 Juni 2020, 16:35 WIB
ilustrasi

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia menilai perlunya penambahan anggaran agar pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah yang dicanangkan pada Desember 2020 nanti bisa menerapkan protokol kesehatan. Seperti diketahui, sebelumnya KPU merencanakan sejumlah peningkatan fasilitas kesehatan seperti hand sanitizer, penambahan Tempat Pemungutan Suara dan memperlebar ukuran TPS untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona saat Pilkada diselenggarakan.

"Setelah identifikasi dan pilihan penyusunan protokol Covid-19 dalam setiap tahapan, konsekuensi berikut adalah penambahan anggaran," kata Anggota KPU Viryan Azis, Senin (1/6/2020).

Viryan menyebut, anggaran yang akan digunakan untuk pengadaan perangkat kerja tambahan mulai dari masker untuk petugas selama bekerja hingga berbagai alat lainnya mencapai lebih dari Rp 535 miliar. Ini berkaitan juga dengan kalkulasi yang detil dan berbasis data TPS terkini dari 270 daerah. Selain anggaran, KPU juga menyoroti aspek SDM atau petugas pemilu dalam penerapan protokol kesehatan.

"Meski protokol Covid-19 diterapkan, penting pula mengantisipasi potensi terpapar bagi petugas. Sehingga petugas badan adhoc yang memiliki penyakit bawaan seperti ginjal, diabetes, jantung dan sejenisnya perlu menimbang diri. Apakah terus menjadi petugas badan adhoc atau menyerahkan tugas tersebut kepada yang lain," terangnya seperti ditulis wartawan "PR", Muhammad Irfan.

Lebih detil, Ketua KPU Arief Budiman menyebut penambahan anggaran ini akan dibelikan masker bagi para pemilih sebanyak 105 juta orang sebesar Rp 263,4 miliar. Kemudian, pembelian alat kesehatan bagi petugas di TPS dan Panitia Pemutakhiran Data Pemilih sebesar Rp 259,2 miliar. Ada juga pembelian alat kesehatan bagi para panitia Pemungutan Suara (PPS) sebesar Rp 10,5 miliar dan untuk Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) sebesar Rp2,1 miliar.

Selain itu, KPU juga berencana mengganti alat coblos kertas suara sekali pakai guna menghindari penyebaran virus corona. Diketahui, selama ini KPU menggunakan satu paku yang disediakan di bilik suara untuk dipakai secata bergantian oleh pemilih.

"Misalnya bisa berbentuk kayu dari paku tapi dia harus sekali pake. Jadi orang masuk diberi alat coblos nya setelah itu dibuang supaya tidak menular virus," kata dia.

Tak hanya itu, KPU juga akan mengganti mekanisme pemberian tinta pemilu khusus pemberi suara. Tinta pemilu sendiri biasanya digunakan dengan cara dicelup. Kini KPU berencana menggunakan model tinta spray atau tetes.

"Mungkin nanti ada yg ditetes ada yang sekali sentuh atau sekali Sprai jadi dia akan menggantikan celup. tapi ada kebutuhan baru misalnya masker disinfektan hand sanitizer," kata dia.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X