Penerapan AKB di Kota Tasikmalaya, KBM Masih Belum Pasti

- 1 Juni 2020, 17:06 WIB
Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman

KEGIATAN belajar mengajar (KBM) di sarana pendidikan masih belum ditentukan Pemerintah Kota Tasikmalaya pada penerapan normalan baru yang akan dimulai Selasa 2 Juni 2020.

Meski begitu, sejumlah aktivitas yang sebelumnya dibatasi selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Tasikmalaya mulai diizinkan kembali.

Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman mengatakan, untuk belajar mengajar yang diselenggarakan di sekolah, Pemkot Tasikmalaya masih menunggu keputusan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) maupun Kementerian Agama (Kemenag).

Dikatakannya, hingga saat ini pihaknya masih menunggu keputusan terkait nasib KBM di sekolah atau sarana pendidikan lainnya.

"Dalam penerapan kenormalan baru, untuk kegiatan belajar belum ada keputusan, baik dari Kemenag maupun Kemendikbud," kata Budi, Senin (1/6/2020).

Sementara pihaknya saat ini melakukan antisipasi masuknya tahun ajaran baru, dimana Kota Tasikmalaya merupakan salah satu daerah yang banyak Pondok Pesantren dan tak sedikit santri yang datang dari luar daerah.

Dikatakannya, ada sebanyak 264 pesantren di Kota Tasikmalaya. Sehingga bakal ada ribuan santri yang datang ke Kota Tasikmalaya. Ditambah santri yang sebelumnya pulang ke daerah asalnya selama pandemi Covid-19, mulai berpotensi kembali lagi ke pesantren.

Pihaknya juga akan mengkoordinasikan kepada pengelola agar pesantren digunakan sesuai kapasitas. Bahkan jika memungkinkan 70 persen dari kapasitas sehingga di Ponpes tidak penuh. Teurtama santri yang mondok.

"Kami ingatkan kepada seluruh warga yang datang dari luar kota harus membawa surat keterangan sehat atau minimal bukti uji cepat (rapid test). Apalagi warga yang datang dari zona merah," ujarnya.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X