Di Tengah Aksi 'Black Lives Matter', 40 Kota di AS Berlakukan Jam Malam

- 1 Juni 2020, 18:14 WIB

SEBANYAK 40 kota di Amerika Serikat termasuk ibu kota Washington D.C, telah memberlakukan jam malam. Hal itu dilakukan sebagai tanggapan atas protes keras di seluruh penjuru negeri sepanjang pekan ini.

Demikian menurut laporan CNN. Selain itu, pada Minggu (31/5/2020) pagi, sekitar 5.000 anggota Garda Nasional telah diaktifkan di 15 negara bagian dan Washington, DC, dengan 2.000 lainnya disiapkan untuk diaktifkan jika diperlukan.

Di antara sejumlah kota yang memberlakukan jam malam adalah San Francisco, Denver, Miami, Atlanta, Minneapolis, Detroit, Kansas City, dan Dallas.

Sementara itu Reuters melaporkan, penjarahan terjadi pada Minggu di California Selatan. Sebuah truk tanker melaju ke arah demonstran di Minneapolis dan bentrokan terjadi antara demonstran dengan polisi di Boston dan Washington D.C saat Amerika Serikat berjuang untuk mengendalikan protes kacau tentang ras dan prilaku polisi.

Pasukan Garda Nasional dikerahkan di 15 negara bagian dan Washington D.C. saat kota-kota besar mencoba bertahan setelah lima malam aksi kekerasan dan perusakan yang dimulai dengan protes damai atas kematian seorang pria kulit hitam, George Floyd, saat dalam tahanan polisi.

"Saya benci melihat kota saya seperti ini, tetapi pada akhirnya kami membutuhkan keadilan," kata Jahvon Craven yang berusia 18 tahun ketika ia menyaksikan para pengunjuk rasa diInterstate 35 di pusat Kota Minneapolis beberapa saat sebelum pukul 8 malam, ketika jam malam mulai berlaku di kota itu.

Floyd yang berusia 46 tahun meninggal pada Senin setelah video menunjukkan seorang petugas kepolisian Minneapolis berkulit putih berlutut di lehernya selama hampir sembilan menit.

Peristiwa ini menyulut kemarahan yang melanda negara yang terpecah secara politik dan rasial itu menjelang pemilihan presiden pada November dan di tengah pandemi virus corona yang membuat jutaan orang kehilangan pekerjaan.

Komunitas minoritas sangat terpukul oleh pandemi dan kebijakan pembatasan tersebut.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

X