Aksi Massa BLM di Gedung Putih Memanas, Presiden Trump dan Keluarga Diamankan di Bungker Bawah Tanah

- 1 Juni 2020, 19:14 WIB

Sejumlah peristiwa di balik aksi massa Black Lives Matter (BLM) menuntut keadilan atas kematian George Floyd di tangan aparat Minneapolis di depan Gedung Putih, Washington DC akhir pekan kemarin diungkap sejumlah media.

Di antaranya langkah pasukan pengawal presiden Secret Service yang merasa harus menempatkan Presiden Donald Trump dan keluarga dalam perlindungan maksimal. Dikutip dari DailyMail, Senin (1/6/2020) Trump diungsikan ke bungker khusus saat protes memanas.

Pertama kali diungkap The New York Times, tak lama setelah ramai di berbagai platform, Trump memosting cuitan, "Fake News!" Sementara itu juru bicara Gedung Putih Jude Deere yang dimintai konfirmasoli oleh pihak DM menolak menanggapi.

Sesuai protokol Secret Service akan menempatkan presiden di Presidential Emergency Operational Centers yang berada di area bawah tanah Gedung Putih. Di sana pula Wapres Dick Cheney berada saat serangan teroris 11 September 2011 mengguncang Amerika.

Laporan NYT menyebut selain Trump dan keluarga, para ajudan ikut diamankan. Di area Gedung Putih selain Secret Service, United States Police Park juga ikut berupaya menghalau massa. Meski demikian laporan yang sama menyebut presiden sama sekali tidak dalam situasi terancam.

Sebelumnya melalui akun Twitter, Trump mengingatkan para demonstran akan menghadapi Secret Service jika memaksa menerobos batas. Hingga hari keenam kematian George Floyd, demo masih berlangsung di puluhan kota. Kepada CNN pihak Service Service mengonfirmasi bentrokan membuat 60 personel terluka.

Editor: Mia Fahrani


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X