Penerapan AKB di Bandung Barat Dikawal Kepolisian

- 1 Juni 2020, 19:37 WIB
Kapolres Cimahi AKBP M. Yoris Maulana Yusuf Marzuki

SEJUMLAH tempat ibadah, perkantoran, dan pertokoan di wilayah Kabupaten Bandung Barat mulai dibuka memasuki babak New Normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) mulai 1 Juni 2020. Polres Cimahi siap mengawal penerapan AKB dengan mengerahkan 2/3 personelnya.

Kapolres Cimahi, AKBP Yoris Maulana Yusuf mengungkapkan, pihaknya akan melakukan pengecekan agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan guna mengantisipasi penyebaran Covid-19.

"Kami akan lakukan pengecekan aturan standar Covid-19 di setiap tempat rekreasi pertokoan, mal dan tempat-tempat lainnya," ujarnya, Senin (1/6/2020).

Kabupaten Bandung Barat yang berstatus zona biru atau level kewaspadaan II mulai boleh menerapkan AKB per 1 Juni 2020. Terkait dengan hal itu, pihak kepolisian masih akan melakukan penyekatan di setiap akses gerbang tol yang ada di wilayah hukum Polres Cimahi.

"Penyekatan masih kami lakukan di tol-tol, bagi pengendara yang tidak memenuhi syarat akan kami putarbalikkan,” katanya seperti ditulis wartawan "PR", Cecep Wijaya.

Beberapa titik penyekatan yang jadi fokus personel Satlantas Polres Cimahi di antaranya gerbang Tol Padalarang dan Gerbang Tol Baros 1 dan 2 mengantisipasi keluar masuknya pemudik dari luar kota. Dalam sehari, petugas rata-rata bisa memutarbalikkan 20 kendaraan asal Jakarta, Bogor, Sukabumi, Cianjur, atau daerah lainnya yang akan melakukan mudik.

"Kebanyakan yang kami putarbalikkan lagi karena mereka diindikasikan mau mudik dan tidak memiliki surat-surat yang harus dilengkapi," ujar Kanit Patwal Satlantas Polres Cimahi, Ipda Haga Deo seraya menambahkan, penyekatan akan digelar selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masih berlangsung di sebagian wilayah hukum Polres Cimahi.

Sementara itu, masyarakat di Kabupaten Bandung Barat diminta tetap disiplin menghadapi era kenormalan baru (new normal). Soalnya, Bandung Barat masuk di antara lima daerah di Jawa Barat dengan tingkat dua kewaspadaan Covid-19.

"Pastinya ada pelonggaran PSBB di masa new normal, tapi kami akan tetap fokuskan pembatasan di beberapa tempat yang dianggap rawan Covid-19," kata Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemda KBB, Asep Sodikin.

Panduan new normal yang akan diterbitkan Pemda KBB secara umum tidak akan berbeda jauh dengan yang dikeluarkan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Hanya ada beberapa penambahan yang lebih detail, seperti larangan pegawai industri dari zona merah untuk bekerja, atau stimulus bagi pelaku usaha kecil dan menengah.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X