Pandemi Covid-19, Singapura Tak Lagi Bergantung Pada Pekerja Asing

- 1 Juni 2020, 20:42 WIB
ilustrasi

MENTERI Keuangan Kedua Singapura, Indranee Rajah mengatakan, negaranya harus menemukan cara untuk tidak bergantung pada pekerja asing. Bahkan negara itu mencari cara untuk mempercepat otomatisasi beberapa tugas dalam perekonomian pasca pandemi Covid-19.

"Ini harus menjadi operasi manual yang kurang dan itu harus diganti dengan otomatisasi. Makanya, penduduk lokal harus dapat berbuat lebih banyak pada kegiatan bernilai tambah yang lebih tinggi lagi," ujar Indranee, dari Bloomberg dilansir viva.co.id, Senin (1/6/2020).

"Tetapi, ini harus dilakukan secara bertahap dengan hati-hati karena kami tidak bisa begitu saja mengeluarkan semua kekuatan manual secara tiba-tiba," katanya.

Topik tentang pekerja asing telah mengemukan di Singapura ketika infeksi Covid-19 meningkat di asrama pekerja migran. Tercatat, 90 persen kasus positif virus Corona di negara tersebut berasal dari pekerja asing.

Lebih lanjut, Indranee menegaskan, bahwa Singapura akan mendesain ulang sistem infrastrukturnya, dengan investasi yang difokuskan pada kemitraan di sektor energi bersih, kesehatan masyarakat, teknologi informasi dan komunikasi, sambil mempromosikan peraturan yang ramah lingkungan.

Indranee juga menambahkan, program ini akan melibatkan Kelompok Bank Dunia dan Universitas Manajemen Singapura untuk melatih pejabat pemerintah tingkat menengah yang akan mengambil kebijakan pada proyek tersebut.

Terlepas dari dampak pandemi tersebut, Indranee mengatakan, investasi internasional tetap akan terbuka. Sebab, banyak pihak internasional yang sangat mendukung proyek energi bersih.

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X