Meski Secara Substansi Setuju, Ace Hasan Syadzily Sesalkan Keputusan Menag Batalkan Haji Tahun Ini

- 2 Juni 2020, 11:30 WIB

TERKAIT dengan keputusan pemerintah yang sudah menetapkan bahwa penyelenggaraan ibadah haji tahun ini dibatalkan, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily menyatakan, kendati secara secara substansi dia mendukung kebijakan itu namun sangat disesalkan sikap yang diambil Menag tanpa melakukan rapat ataupun konsultasi dengan DPR RI sebagaimana diatur UU Haji dan Umrah Tahun 2019.

“Kami sdh mendengarkan bahwa Menteri Agama mengumumkan kepastian pelaksanaan haji tahun 2020 pada hari ini jam 10.00 kebijakan meniadakan jemaah haji Indonesia. Seharusnya Menteri Agama terlebih dahulu Rapat dengan Komisi VIII DPR RI untuk memastikan kelanjutan pelaksanaan haji tahun ini sebagaimana komitmen pada rapat kerja sebelumnya dan terkait dengan kebijakan strategis pelaksanaan haji harus berkonsultasi dengan DPR RI sebagaimana diatur UU Haji dan Umrah Tahun 2019,” ungkap Ace saat dihubungi galamedianews.com via whatsapp, Selasa (2/6/2020).

Ia menyebutkan, memang Menteri Agama telah mengirimkan surat kepada Komisi VIII DPR untuk mengadakan rapat terkait penyelenggaraan haji, tapi karena masih reses sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, harus mendapatkan persetujuan dari Pimpinan DPR RI. Sampai saat ini belum ada surat persetujuan tersebut

“Tentu kami menyesalkan atas sikap Menteri Agama yang akan mengumumkan kebijkan ini tanpa terlebih dahulu rapat dengan Komisi VIII. Secara prosedur kebijakan ini seharusnya dibahas dulu bersama Komisi VIII DPR RI,” tegasnya.

Skenario penundaan di saat pandemi

Menurut Ace, sebagaimana komitmen Kementerian Agama kepada Komisi VIII yang akan mengumumkan penyelenggaraan haji tahun 2020 pada awal Juni 2020, sebelum diambil keputusan, Menteri Agama akan rapat terlebih dahulu dengan Komisi VIII.

“Saya mendesak kepada Menteri Agama untuk mengambil kebijakan soal haji ini lebih cepat lebih baik. Rencananya, jemaah Indonesia seharusnya berangkat tanggal 25 Juni 2020 ini. Artinya semakin mendesak untuk segera diputuskan apakah kita memang akan memberangkatkan jemaah haji atau membatalkan tahun ini,” ujarnya.

Keputusan penyelenggaraan haji ini harus segera ditetapkan. Kenapa harus diputuskan saat ini? Karena jika mengambil keputusan untuk memberangkatkan, membutuhkan persiapan  semaksimal mungkin dengan memperhatikan keselamatan dan kesehatan calon jemaah haji Indonesia agar tdk tertular Covid-19.

Indonesia ini merupakan negara muslim terbesar yang memberangkatkan calon jemaah haji ke Arab Saudi. Perlu persiapan yang maksimal untuk memastikan kesehatan dan keselamatan calon jamaah. Selain itu, sebagian latar belakang usia calon jemaah haji kita di atas 50 tahun. Jadi sangat rentan terpapar virus Covid-19.

Halaman:

Editor: Efrie Christianto


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X