Warga Perwakilan Tiga RW Tutup Akses Jalan Masuk ke Perusahaan Garmen

- 2 Juni 2020, 13:25 WIB

SEKITAR 150 warga yang berasal dari tiga RW, yakni RW 02-04 Desa Sukamaju Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung, melakukan aksi protes terhadap pihak perusahaan PT Jiale Garment Indonesia di akses jalan baru ke perusahaan tersebut, Selasa (2/6/2020). Aksi protes sebagai bentuk kekecewaan warga itu dengan cara memblokade atau menutup akses jalan baru menuju perusahaan tersebut di pertigaan Jalan Cimaranggi. 

Dalam aksi unjuk rasa yang dilakukan massa itu menjadi perhatian Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Sukamaju, yang turun langsung ke lapangan. Satgas Citarum Harum Sektor 4 Sub Pos Desa Sukamaju juga turun langsung ke lapangan untuk memantau warga yang melakukan aksi protes dengan cara menutup akses jalan tersebut.

Pantauan galamedianeww.com di lapangan, penutupan akses jalan itu dengan cara menggunakan lima batang bambu dan bongkahan tembok beton serta batu besar. Penutupan akses jalan sempat  menghambat laju truk kontainer yang membawa barang untuk didistribusikan ke dalam perusahaan. 

Pada bagian batang bambu yang menutup akses jalan itu turut diikatkan poster bertuliskan "untuk sementara jalan menuju PT Jiale ditutup atas nama warga". Pada poster itu turut ditempelkan berkas kesepakatan antara pengurus RW setempat mewakili warga dan pihak perusahaan serta perwakilan Forum Sukamulya, yang berisi tujuh poin tuntutan warga hasil kesepakatan pada 19 Juni 2019 lalu yang hingga aksi demo itu dilaksanakan diduga belum ada realisasinya. 

Tujuh poin yang menjadi tuntutan warga  kepada pihak perusahaan garmen itu yang sudah berdiri beberapa tahun ini, di antaranya pihak perusahaan untuk mengutamakan warga setempat dalam perekrutan tenaga kerja.  Tuntutan lainnya, warga berharap hasil pengelolaan sampah harus  ada konvensasi kepada pengurus RW untuk dipergunakan kepentingan warga. 

Warga juga menuntut pihak perusahaan apabila di kemudian hari ada warga yang terkena dampak akibat kendaraan yang melalui jalan tersebut akan dikoordinasikan dengan pihak Forum Sukamulya selaku perwakilan perusahaan PT Jiale Garment Indonesia. Warga juga menuntut pihak perusahaan supaya melakukan perbaikan Jalan Wiradisastra/Jalan Cimaranggi. Pembuangan air hujan supaya dialihkan jangan sampai ke jalan, melakukan pemasangan penerangan jalan umum. Selain itu, warga menuntut sarana air bersih untuk warga yang dibangun bersama dengan pembangunan masjid.

Ketujuh tuntutan warga itu sempat dibahas antara warga dengan pihak perwakilan Forum Sukamulya Hasim Bisri, Personalia PT Jiale Garment Indonesia Cucu Saefudin di lokasi penutupan akses jalan tersebut. Pertemuan pun dilanjutkan di Kantor Desa Sukamaju. Dalam proses mediasi itu, turut dihadiri Kepala Desa Sukamaju Acep Handana, Kapolsek Majalaya Kompol Antonius Napitupulu dan jajaran Polsek Majalaya lainnya, dan sejumlah pihak lainnya. 

Kepala Desa Sukamaju Acep Handana mengatakan, permasalahan ini terjadi dampak dari tujuh tuntutan yang disampaikan warga kepada pihak perusahaan, sampai aksi protes terjadi belum terealisasi.  "Kami berharap permasalahan ini segera diselesaikan," harapnya. 

Ketua RW 03 Desa Sukamaju Ayi Suherman mengatakan, apa yang menjadi tujuh tuntutan warga kepada pihak perusahaan PT. Jiale Garment Indonesia itu sudah dibahas dengan perwakilan  perusahaan, yaitu pihak forum di lingkungan perusahaan di Kantor Desa Sukamaju pada setahun lalu.

Halaman:

Editor: Efrie Christianto


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X