Permintaan Tinggi, Broker Tawarkan Darah Pasien Sembuh Covid-19 Rp 14 Juta per Mili

- 2 Juni 2020, 15:27 WIB

Ada saja pihak yang mencoba mengambil keuntungan di tengan masa sulit seperti pandemi Covid-19 saat ini. Kini giliran perantara atau broker darah yang dituduh maraup keuntungan ribuan dolar AS untuk satu mililiter darah dari pasien yang dinyatakan pulih.

Dikutip dari DailyMail beberapa waktu lalu, sejauh ini plasma disumbangkan ke rumah sakit dan bank darah nirlaba seperti Palang Merah Amerika sebagai cadangan untuk pengobatan eksperimental pasien covid-19 akut.

Ini artinya para pelaku industri diagnostik swasta beralih ke broker guna mendapatkan plasma yang digunakan untuk tes antibodi. Sejumlah  broker kabarnya membanderol sampel satu mililiter plasma hingga $ 1.000 atau Rp 14,4 juta.

Sebagian menjalankan pusat donasi.

Beberapa broker disebut menjalankan pusat donasi di mana mereka membayar donor untuk plasma, sementara yang lain membeli darah sisa tes di laboratorium yang seharusnya dihancurkan. Demikian laporan Wall Street Journal.

Untuk harga tergantung pada tingkat kesulitan dalam  mendapatkan sampel. Plasma dari pasien dengan penyakit tropis langka jauh lebih mahal daripada plasma dari pasien dengan kondisi umum seperti hepatitis. Kini pihak  laboratorium mengeluhkan aksi broker yang menguangkan plasma di tengah pandemi global.

"Kami mengalami kesulitan mendapatkan spesimen positif pada tingkat yang layak," kata Stefanie Lenart-Dallezotte, manajer operasi bisnis Epitope Diagnostics Inc. di San Diego yang menjual tes antibodi untuk Covid-19.  “Kupikir orang mengambil keuntungan ekstrem dari situasi yang ada karena mereka bisa, karena ada permintaan yang luar biasa juga,” lanjutnya.

Halaman:

Editor: Mia Fahrani


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X