Ratusan Warga KBB Jalani Swab Test

- 2 Juni 2020, 16:21 WIB

SEBANYAK 250 orang warga RT 01/RW 03 Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat menjalani swab test, Selasa (2/6/2020). Langkah ini sebagai tindaklanjut dari hasil rapid test yang menunjukkan 21 orang di RT tersebut reaktif Covid-19.

Tak terkecuali Kepala Desa Tanimulya, Lili Suhaeli Bakhtiar ikut dalam swab test tersebut. Ia ikut dalam swab test karena aktif bergerak ke masyarakat selama pandemi Covid-19.

"Swab test yang dilaksanakan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat ini sebagai tindaklanjut dari adanya 21 warga RT 01/RW 03 yang reaktif Covid-19. Sebelumnya ada satu warga yang positif corona dari kluster Pasar Antri Cimahi," kata Lili Suhaeli Bakhtiar di lokasi swab test.

Warga Tanimulya yang positif Covid-19 ini merupakan pedagang di Pasar Antri. Karena ada seorang yang positif kemudian Dinkes Kabupaten Bandung Barat mengambil langkah rapid test dan swab test.

"Pada akhirnya yang menjalani swab test bukan hanya orang tanpa gejala (OTG) ataupun orang dalam pengawasan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) tapi sebagian besar warga satu RT. Termasuk saya yang atas inisiatif sendiri minta swab test," tuturnya.

Akibat banyaknya warga yang reaktif Covid-19, lanjut Lili, warga RT 01/RW 03 dikarantina. Total warga yang tinggal di RT 01 sebanyak 728 jiwa atau 256 kepala keluarga. Karantina mikro berlangsung mulai 2 Juni sampai 14 hari ke depan. Selama menjalani karantina ada bantuan logistik dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Namun bantuan logistik selama karantina ini hanya buat 225 orang sedangkan warga RT 01/RW 03 yang menjalani karantina berjumlah 728 jiwa. Khawatirnya timbul kesembuhan dari warga yang tidak mendapat bantuan. Kekurangan inilah yang sekarang sedang kami pikirkan," ungkap Lili.

Menurut Lili, pihak desa tidak memiliki lagi anggaran untuk menutupi kekurangan logistik. Pasalnya, anggaran desa yang bersumber dari dana desa sudah tersedot untuk bantuan langsung tunai (BLT) maupun bentuk lainnya untuk penanganan dampak pandemi Covid-19.

"Sekarang kami sedang musyawarah dengan pihak kabupaten untuk mencari solusi terbaik," tukasnya.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X