Pembatalan Haji Menambah Panjang Antrean Calon Jemaah

- 2 Juni 2020, 16:25 WIB
ilustrasi

KEPUTUSAN pembatalan pelaksanaan ibadah haji tahun 2020 akan menambah panjang antrean calon jemaah. Padahal, waiting list jemaah haji di Indonesia dan di Jawa Barat juga sudah cukup panjang.

Dua tahun terakhir di Kota Bandung saja, antrean haji mencapai 15 tahun. Hal ini diakui oleh salah seorang pengurus Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Qiblat Tour, H. Aep Saepulloh. Menurutnya, "kerugian" terberat dengan keputusan pembatalan ibadah haji tahun ini adalah antrean haji yang semakin lama.

"Secara prinsip, saya sebagai pengurus KBIH menyambut positif keputusan pembatalan ibadah haji tahun ini. Karena kalau dipaksakan akan sangat merepotkan jemaah dan para petugas," kata Aep, Selasa (2/6/2020).

Ia menilai jika ibadah haji dilaksanakan dalam situasi pandemi ini maka baik petugas maupun jemaah akan mengalami kesulitan dalam keberangkatan. Yakni harus melaksanakan proses ibadah haji sesuai dengan protokol kesehatan. Terlebih waktunya sangat mepet.

"Sekarang kami akan memberikan penjelasan kepada semua jemaah tentang langkah-langkah kami, di antaranya tahun berikutnya akan diadakan latihan manasik lagi. Setidaknya melanjutkan materi yang tertunda, tanpa harus membayar lagi biaya bimbingan," ujar Aep.

Adapun biaya pelunasan ibadah haji yang sudah disetor ke bank, ia melanjutkan pihaknya akan memberikan asistensi bagi jemaah yang akan mengambil uang pelunasan tersebut sesuai dengan peraturan yang dikeluarkan pemerintah.

Disinggung kerugian dengan pembatan ini, Aep menjelaskan, untuk KBIH jelas ada kerugian karena sudah ada beberapa pengeluaran anggaran, seperti biaya latihan manasik yang sudah mencapai sekitar 50 prosen.

Selain itu juga, KBIH sudah mengeluarkan biaya operasional persiapan lainnya. "Kami akan sangat berat kalau nanti minta tambahan anggaran lagi ke jemaah," tegas Aep.

Ditambahkan, untuk perlengkapan seperti kain ihrom, mukena, kantung sandal, buku (modeul) dan lainnya tidak bermasalah karena tahun depan masih bisa dipakai. "Tapi sebenarnya kerugian yang lebih berat bagi umat Islam secara keseluruhan karena antrian haji semakin lama," katanya.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X