Sebanyak 1.490 Calon Jemaah Haji Asal Tasikmalaya Batal Berangkat

- 2 Juni 2020, 16:30 WIB
Calon jemaah haji tengah mengurus administrasi pemberangkatan haji di kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, beberapa waktu lalu.

SEBANYAK 1.490 jemaah haji asal Kabupaten Tasikmalaya batal berangkat ke Tanah Suci. Hal itu akibat ditundanya pemberangkatan ibadah haji pada tahun 2020 karena pandemi Covid-19 oleh Pemerintah Pusat atau Kementerian Agama (Kemenag) RI.

Kasubag Tata Usaha Kantor Kementrian Agama Kabupaten Tasikmalaya, H. Suryana menyebutkan, Kemenag RI memutuskan pemberangkatan ibadah haji asal Indonesia ditunda hingga tahun 2021 akibat dampak wabah Covid-19.

Berdasarkan hasil meeting zoom video conference pembahasan tentang haji antara Menteri Agama Fachrul Razi dengan Kemenag di daerah, pemberangkatan ibadah haji Indonesia termasuk di Kabupaten Tasikmalaya ditunda hingga tahun 2021.

"Syarat tidak terpenuhi atau sulit dilakukan. Pertama dari aspek keamanan diri atau pemberangkatan. Kedua aspek kesehatan, karena di Mekkah tetap akan dilaksanakan social distancing, phisycal distancing dan protokol Covid-19 lainnya," kata Suryana, Selasa (2/6/2020).

Dikatakannya, keutamaan dalam ibadah haji tidak akan terpenuhi rukun dan syaratnya jika social distancing atau phisycal distancing dilaksanakan.

"Seperti contoh dalam ibadah tawaf atau lempar jumroh, kemudian wakaf tidak bisa dilaksanakan sendiri-sendiri. Dengan menjaga jarak karena tendanya pun di sana terbatas," katanya.

Maka dengan melihat kondisi seperti ini, lanjut Suryana, dari aspek keamanan dan kesehatan tidak terjamin. Sebab di Tanah Suci tidak hanya jemaah asal Indonesia saja yang jumlahnya bisa sampai 120-130 ribu orang. Akan tetapi nanti akan ada jutaan jemaah lainnya dari seluruh dunia.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, H. Dedi Anwar Muhtadin mengatakan, untuk jumlah kuota jemaah haji asal Kabupaten Tasikmalaya tahun 2020 yang ditunda pemberangkatan hajinya ke tahun 2021 ada sebanyak 1.490 orang.

"Penundaan pemberangkatakan ini langsung kami informasikan hal ini kepada setiap KBIH di Kabupaten Tasikmalaya," katanya.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X