Soal Penerapan AKB, Pemkab Bandung Barat Tunggu Rekomendasi Menkes

- 2 Juni 2020, 16:58 WIB
Bupati Bandung Barat Aa Umbara

MESKI Gubernur Jawa Barat telah menyatakan bahwa Kabupaten Bandung Barat masuk katagori zona biru penyebaran virus corona (Covid-19), pemerintah daerah setempat hingga saat ini belum memulai peneraoan adaptasi kehidupan baru (AKB) atau new normal.

Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna beralasan pihaknya masih menunggu Surat Rekomendasi dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia untuk penerapan new normal tersebut.

"Kita menunggu dulu hasil gubernur bersurat ke Kemenkes soal penerapan new normal di 15 kabupaten/kota zona biru di Jabar, termasuk Bandung Barat. Tapi memang sekarang persiapan new normal, karena Bandung Barat juga masih PSBB sampai 12 Juni," ujar Aa Umbara saat ditemui usai Rapat Forkopimda di Ruang Sekda Pemkab Bandung Barat, Ngamprah, Selasa (2/6/2020).

Sebelumnya, new normal di Kabupaten Bandung Barat direncanakan bakal diterapkan pada 1 Juni 2020. Namun karena belum ada rekomendasi dari Kemenkes soal penerapan new normal di Jabar, sehingga Pemkab Bandung Barat menundanya sambil menunggu arahan.

Oleh karena itu, kata Aa Umbara, saat ini Kabupaten Bandung Barat masih menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) parsial. Pihaknya belum bisa memutuskan apakah daerahnya akan menerapkan new normal atau tidak.

"Tidak boleh mendahului keputusan gubernur dan Kemenkes, jadi sabar saja dulu. Soal diskresi new normal oleh pemerintah daerah, lihat nanti saja," katanya.

Sementara menunggu keputusan Kemenkes, saat ini pihaknya sudah melakukan persiapan penerapan new normal dengan memprioritaskan pengawasan di pusat perbelanjaan, rumah peribadatan, dan tempat wisata.

"Kalau memang nanti setelah 12 Juni boleh new normal, persiapan kita sudah matang. Yang jadi prioritas pengawasan, yaitu pasar, supermarket, rumah ibadah, dan terutama tempat wisata," pungkasnya.

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X