Di Tengah Pandemi Covid-19, Keahlian di Bidang Digital Bisa Ciptakan Peluang Usaha

- 2 Juni 2020, 17:13 WIB
ilustrasi

MEMULIHKAN kembali kondisi ekonomi masyarakat setelah dampak pandemi Covid-19 membutuhkan waktu yang lama. Terlebih dengan banyaknya warga yang kehilangan pekerjaan akibat kondisi perusahaan yang menurun drastis.

Namun Ketua PK KNPI Kecamatan Majalaya, Deden Asrul tetap optimis. Ia berharap ekonomi masyarakat kembali pulih setelah dilanda wabah virus corona.

"Setelah dilaksanakan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), dan saat ini di beberapa wilayah dilaksanakan new normal atau normal baru, ini saatnya kita berpikir untuk kembali bisa beraktivitas dengan memerhatikan protokol kesehatan dalam upaya pencegahan pandemi Covid-19," tutur Deden, Selasa (2/6/2020).

Deden melihat saat ini memang banyak perusahaan yang tutup imbas dari pandemi. Meski begitu tetap ada sejumlah perusahaan yang berusaha bertahan dengan cara melakukan sejumlah efisiensi.

"Dalam kondisi saat ini, khususnya bagi warga yang menganggur dampak dari kehilangan pekerjaan dituntut untuk memiliki keahlian khusus. Dengan harapan saat berada di rumah, tetap bisa produktif," kata Deden.

Ia mengatakan dengan banyaknya waktu luang saat berada di rumah, khususnya warga usia produktif bisa belajar untuk memiliki keahlian pada bidang informasi dan teknologi.

"Intinya kita bisa menjadi orang yang ahli dalam bidang digital. Dengan harapan bisa menghasilkan uang untuk kelangsungan hidup sehari-hari," ujar Deden.

Ia mengatakan, ahli dalam bidang digital itu, di antaranya memiliki kemampuan dalam mengedit foto atau video. Dengan memiliki keahlian dalam bidang digital itu, katanya, diyakini bisa membuka usaha dalam iklan layanan secara online.

"Sekarang kan zamannya online. Untuk itu, warga yang saat ini menganggur akibat dampak pandemi Covid-19, bisa mengembangkan usaha digital. Ini peluang untuk meningkatkan ekonomi disaat banyak orang berada di rumah untuk menghindari penyebaran/penularan virus corona," paparnya.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X