KTL di Jalan Ahmad Yani Garut Kembali Diberlakukan

- 2 Juni 2020, 18:59 WIB

JALAN Ahmad Yani, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut kembali diberlakukan sebagai Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL). Jika ada yang melanggar, petugas dari Polres dan Dishub Garut akan melakukan penindakan.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Garut, Suherman Mustofa mengatakan, meski berstatus KTL, masih ada warga yang masih kurang paham dengan fungsinya. Sejumlah rambu larangan parkir dan berhenti yang terpasang di kawasan tersebut, tak berpengaruh untuk memarkiran kendaraan di badan jalan.

Akibatnya, terang Suherman, dua lajur yang tersedia di Jalan Ahmad Yani atau Pengkolan sering dijadikan sebagai tempat parkir liar. Selain itu, parkir liar mobil dan motor juga jadi penyebab kemacetan di kawasan tersebut.

"Kami mulai berlakukan KTL dan sistem satu arah. Sudah tiga bulan berlaku efektif," ujarnya, Selasa (2/6/2020).

Menurut Suherman, pihaknya akan terus mensterilkan KTL sepanjang 1,4 kilometer tersebut dari keberadaan parkir liar. Ia menyebut, tak jarang motor disimpan di atas trotoar sehingga mengganggu pejalan kaki. Padahal, terangnya, lahan parkir sudah disediakan di Jalan Ciledug, Cikuray, Jalan Ahmad Yani (depan BJB), dan Jalan Veteran.

"Tapi warga tidak mau jalan jauh kalau ke toko. Mereka inginnya parkir di tempat tujuan," ucapnya.

Suherman pun menilai, jika kebiasaan buruk warga tersebut harus dihilangkan. Selama empat hari, sejak tanggal 29 Mei 2020 lalu pihaknya pun terus gencar melakukan sosialisai KTL.

"Polisi langsung tilang kalau ada kendaraan yang parkir di lokasi KTL. Kami lakukan tindakan tegas biar ini benar-benar jadi KTL," katanya.

Suherman menuturkan, pihaknya akan terus mengingatkan warga agar disiplin dalam memarkirkan kendaraannnya. Jika sudah terbiasa, ia pun mengaku optimis tak ada lagi yang berani memarkirkan kendaraan di lokasi terlarang.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X