Kepastian Operasional Mal di Kota Bandung Bakal Ditentukan Pekan Depan

- 2 Juni 2020, 19:14 WIB
Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna mengecek kesiapan Mal BIP, Selasa (2/6/2020).

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bandung enggan terburu-buru memberikan kelonggaran pada aktivitas di mal atau pusat perbelanjaan. Dalam waktu satu pekan ini tim Gugus Tugas Covid-19 akan memantau kesiapan mal di Kota Bandung untuk menyesuaikan dengan sejumlah aturan dan standarisasi protokol kesehatan.

Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna menegaskan, perlu komitmen pengelola mal dan pusat perbelanjaan untuk mengontrol pergerakan orang sebagai bagian dari upaya menekan penyebaran virus corona.

"Hari ini memang hari pertama kita sudah membuat jadwal untuk pemantauan di 23 pusat perbelanjaan di Kota Bandung. Kita ada dua tim yang memantau. Hari ini ada di BEC, PVJ dan sekarang di BIP. Besok berlanjut sampai hari Jumat," tutur Ema usai memantau Bandung Indah Plaza, Jalan Merdeka, Selasa (2/6/2020).

Ema ingin memastikan pengelola mal menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari menyediakan tempat cuci tangan atau handsanitizer, memeriksa suhu tubuh, hingga menerapkan prinsip menjaga jarak.

Ema bersama tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung juga sekaligus mengedukasi pengelola mal untuk tetap waspada dan hanya menerima tidak lebih dari 30 persen kapasitas di mal. Hal itu berlaku untuk area berbelanja, parkir bahkan toilet.

"Secara umum kami cukup puas dengan kesiapan dari masing-masing pengelola dengan berbagai variasi, inovasi atau kreativitasnya. Karena tidak sama memang dari objek dan kondisinya berbeda," ujarnya seperti siaran pers dari
Bagian Humas Setda Kota Bandung.

Lebih lanjut Ema menambahkan, sekalipun akan diberikan kelonggaran untuk mulai buka namun akan tetap memberlakukan pembatasan jam operasional. Selain itu, turut mengatur toko yang diperbolehkan mulai buka dengan potensi paling minim interaksi ataupun terjadinya kerumunan orang.

"Bioskop tidak boleh, spa, salon, arena mainan anak masih tidak boleh beroperasi. Di luar itu semua komoditi boleh, untuk di resto (di dalam mal) itu masih take away," jelasnya.

Ema menggambarkan, apabila terdapat pelanggaran di salah satu ruang dagang, pengelola mal harus mendindaknya secara bertahap. Namun, jika pelanggaran secara berulang maka Pemkot Bandung tidak akan segan untuk menutup kembali seluruh area mal.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X