Marak Aksi 'Black Lives Matter', Pentagon Kirim Ribuan Tentara ke Wilayah Washington

- 3 Juni 2020, 11:47 WIB
Mobil polisi terbakar dalam demo rusuh menuntut keadilan atas kematian pria kulit hitam George Floyd oleh polisi kulit putih, di Atlata, Georgia, Amerika Serikat, 29 Mei 2020.

PENTAGON memindahkan sekitar 1.600 tentara Amerika Serikat ke (AS) wilayah Washington, D.C.

Serangkaian aksi unjuk rasa atas kematian George Floyd (46), warga kulit hitam yang tewas karena disiksa anggota kepolisian, yang berujung kericuhan terjadi di kota Washington, D.C.

"Tentara-tentara itu ditempatkan di pangkalan militer di Wilayah Capitol Nasional tetapi tidak di Washington, D.C.," jurubicara Pentagon Jonathan Rath Hoffman mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Dia mengatakan pasukan saat ini dalam "status siaga tinggi" tetapi tidak berpartisipasi dalam dukungan pertahanan untuk operasi otoritas sipil.

Pejabat senior pertahanan mengatakan bahwa pasukan akan pindah ke wilayah Washington. Pasukan termasuk polisi militer dan mereka yang memiliki kemampuan teknik, bersama dengan batalion infantri, kata Hoffman.

Floyd meninggal pada Senin setelah video menunjukkan seorang petugas kepolisian Minneapolis berkulit putih menekan leher Floyd dengan lutut selama hampir sembilan menit.

Peristiwa ini menyulut kemarahan yang melanda negara yang terpecah secara politik dan rasial itu menjelang pemilihan presiden pada November dan di tengah pandemi virus corona yang membuat jutaan orang kehilangan pekerjaan.

Komunitas minoritas sangat terpukul oleh pandemi dan kebijakan pembatasan tersebut.

Pihak berwenang memberlakukan jam malam di puluhan kota di seluruh Amerika, yang terbesar sejak 1968 setelah pembunuhan Martin Luther King Jr, yang juga terjadi selama kampanye pemilihan presiden dan di tengah pergolakan demonstrasi anti-perang.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X