BPS: 35,78 Persen Karyawan yang Masih Bekerja Alami Penurunan Pendapatan

- 3 Juni 2020, 12:12 WIB

HASIL survei Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, pekerja yang masih bekerja atau sementara dirumahkan karena terdampak Covid-19 keduanya sama-sama mengalami penurunan pendapatan.

"Sebanyak 35,78 persen responden yang masih bekerja mengaku mengalami penurunan pendapatan," demikian keterangan hasil survei BPS dikutip di Jakarta, Rabu (3/6/2020).

Sedangkan persentase responden yang mengalami penurunan pendapatan pada pekerja yang sementara dirumahkan, lebih tinggi yakni mencapai 60,74 persen.

Berdasarkan survei BPS, pekerja atau buruh yang dirumahkan karena pandemi Covid-19 tetap berhak mendapatkan upah penuh atau pemotongan upah jika sudah disepakati perusahaan dan pekerja.

BPS merinci paling banyak sebesar 70,53 persen pekerja yang berpendapatan hingga Rp 1,8 juta mengaku pendapatannya menurun, sisanya penurunan pendapatan juga dirasakan pekerja yang berpenghasilan Rp 1,8 juta hingga Rp 3 juta sebanyak 46,77 persen.

Kemudian, Rp 3 juta-Rp 4,8 juta sebesar 37,19 persen, pendapatan Rp 4,8 juta hingga Rp 7,2 juta sebanyak 31,67 persen dan pendapatan di atas Rp 7,2 juta sebanyak 30,34 persen mengaku mengalami penurunan pendapatan.

Pekerja yang berkutat di sektor pariwisata merupakan pekerja yang paling terdampak karena Covid-19 yang pendapatannya mengalami penurunan.

Mereka bekerja di tiga lapangan usaha terkait pariwisata yakni perdagangan besar, eceran, dan reparasi mobil dan motor sebanyak 70,39 persen.

Kemudian, disusul 62,60 persen pekerja di sektor transportasi dan pergudangan dan paling banyak di sektor akomodasi, makan minum sebesar 76,84 persen pekerja mengalami penurunan pendapatan.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X