Jemaah Bisa Tarik Kembali Dana Haji, Begini Prosedurnya

- 3 Juni 2020, 12:29 WIB
Ilustrasi ibadah haji

KEMENTERIAN Agama menjelaskan prosedur penarikan setoran dana pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih). Hal itu dilakukan setelah pemerintah memutuskan membatalkan pemberangkatan jemaah haji ke Tanah Suci tahun 2020 karena pandemi Covid-19 belum sepenuhnya reda.

Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, Muhajirin Yanis kepada wartawan di Jakarta, Rabu (3/6/2020) menjelaskan, jemaah yang sudah melunasi biaya haji bisa mengajukan permohonan pengembalian dana ke Kantor Wilayah Kementerian Agama sesuai ketentuan dalam Keputusan Menteri Agama No.494 tahun 2020 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1441 H/2020 M.

Permohonan pengembalian setoran pelunasan biaya haji, menurut dia, bisa disampaikan secara tertulis ke Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota tempat pendaftaran.

Permohonan pengembalian dana pelunasan biaya haji, lanjutnya, harus disertai dokumen asli bukti pelunasan setoran Bipih. Kemudian menyertakan buku tabungan asli yang masih aktif atas nama calon haji beserta fotokopinya, identitas diri beserta fotokopi identitas diri, serta nomor kontak yang dapat dihubungi.

"Permohonan jamaah tersebut selanjutnya akan diverifikasi dan divalidasi. Jika dokumen dinyatakan lengkap dan sah, Kasi Haji akan memproses pembatalan," katanya.

Muhajirin menambahkan, proses penanganan permohonan pengembalian dana pelunasan biaya haji berlangsung sembilan hari. Ia memastikan, calon haji yang menarik kembali setoran dana pelunasan biaya haji tahun 2020 tidak akan dikeluarkan dari antrean pelayanan haji.

"Meski diambil setoran pelunasannya, jemaah tidak kehilangan statusnya sebagai calon jemaah haji yang akan berangkat pada tahun 1442 H/2021 M," kata dia.

Calon haji, ujarnya, hanya akan kehilangan hak antrean pelayanan haji kalau menarik dana setoran awal dan setoran pelunasan biaya haji.

Muhajirin menjelaskan pula, jika calon haji yang dijadwalkan berangkat tahun 2020 meninggal dunia maka nomor porsi layanan hajinya bisa dilimpahkan ke anggota keluarga seperti suami, istri, ayah, ibu, anak, atau saudara yang ditunjuk dan atau disepakati secara tertulis oleh keluarga untuk menggantikannya.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X