Relakan Rp 46 Triliun untuk Harga Gono-gini, Raja Vaksin Cina Catatkan Perceraian Termahal

- 3 Juni 2020, 14:00 WIB

Mantan istri taipan biotek Negeri Tirai Bambu, Yuan Liping menjadi multi-miliuner setelah jumlah total kekayaannya meroket dalam semalam. Perempuan Kanada-Cina itu kini memiliki aset senilai 2,6 miliar poundsterling atau Rp 46 triliun berupa saham menyusul perceraiannya dengan Du Weimin yang dijuluki Kaisar Vaksin dari Cina.

Dikutip dari DailyMail kemarin, Du Weimin yang diperkirakan beraset  5,3 miliar poundsterling atau Rp 92 triliun memberikan hampir setengah dari saham perusahaan kepada mantan istrinya yang kini menjadi salah satu wanita terkaya di Cina. Perpisahan keduanya masuk daftar perceraian termahal di dunia.

Du yang menempati posisi puncak di Shenzhen Kangtai Biological Products  mentransfer lebih dari 161,3 juta saham kepada  Yuan. Demikian pernyataan yang dirilis perusahaan pada 29 Mei lalu. Setiap saham Kangtai bernilai 140,78 yuan (Rp 280 ribu) pada penutupan Senin pekan ini sehingga total nilai penyelesaian finansial perceraiannya menjadi 2,7 miliar yuan atau lebih dari Rp 46 triliun.

Kaisar Vaksin.

Du memiliki 51,26 persen saham perusahaan sebelum menyerahkan  23,99 persen dari total saham perusahaan kepada mantan istrinya. China Securities Times menyebut Yuan tidak berniat memiliki menempati posisi dengan kendali atas  perusahaan dan melimpahkan hak suara kepada Du.

Yuan yang tinggal di Shenzhen selama ini dikenal low profile dan jarang tampil di media. Sebelumnya ia menjabat sebagai direktur Kangtai antara Mei 2011 -  Agustus 2018. Laporan Bloomberg, Yuan menjadi wakil manajer umum anak perusahaan Beijing Minhai Biotechnology. Du  sendiri mencatatkan sukses bisnis setelah menjadi produsen utama vaksin Hepatitis B di Cina. Namanya ada di  peringkat 81 dalam Daftar Orang Cina Terkaya Cina 2019 versi Forbes.

Du yang lahir tahun 1963 dari keluarga petani miskin di Provinsi Jiangxi menjalani pendidikan di sekolah kesehatan setempat pada  1984 dan mendapatkan pekerjaan pertamanya sebagai inspektur di Pusat Pencegahan Epidemi Kesehatan Provinsi Jiangxi tahun 1987.

Halaman:

Editor: Mia Fahrani


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X