Pemerintah Daerah Didesak Perhatikan Nasib Pesantren

- 3 Juni 2020, 14:09 WIB
Wendi Sukmawijaya

KETUA Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung Barat, Wendi Sukmawijaya mendesak pemerintah daerah untuk ikut memperhatikan nasib pesantren yang terdampak pandemi Covid-19. Pasalnya, sejak virus corona mewabah aktivitas yang ada di pesantren ikut berhenti total.

"Saya berharap kepada pemerintah daerah untuk ikut memikirkan nasib seluruh elemen yang ada di pondok pesantren. Lembaga pendidikan pesantren ini sebagai tempat pelaksanaan kegiatan belajar mengajar keagaaman yang sangat terdampak wabah covid-19," kata Wendi kepada galamedianews.com di Padalarang, Rabu (3/6/2020).

Menurutnya, segala solusi ataupun bantuan nyata yang diberikan pemerintah daerah dapat memberikan manfaat bagi pesantren-pesantren yang ada di Kabupaten Bandung Barat. Sehingga tetap bisa menjalankan kegiatan belajar mengajarnya dengan lebih baik.

"Selama pandemi Covid-19, penganalisisan risiko kegiatan belajar mengajar di pesantren jangan dibiarkan berjalan begitu saja, tanpa adanya rangkulan dari pemerintah daerah. Dalam hal ini perlu campur tangan pemerintah, terutama dalam menerapkan standar kesehatan. Jika dibiarkan akan sangat berbahaya di tengah ancaman bencana wabah seperti sekarang ini," tuturnya.

Ia berharap sebelum kegiatan belajar mengajar kembali dilaksanakan, perlu dilakukan berbagai perbaikan sarana dan prasarana pesantren agar bisa memenuhi standar kesehatan. Akan sulit menerapkan protokol kesehatan jika keadaannya masih seperti sekarang.

Bantuan
Ia mengatakan, hal yang harus dilakukan pemerintah daerah adalah dengan menjamin kebutuhan sarana dan prasarana sesuai standar kesehatan yang ada di tiap pesantren. Bantuan dapat berupa perbaikan sarana MCK yang memenuhi standar protokol Covid-19, wastafel portable, serta ruangan kelas atau asrama yang memenuhi standar penerapan physical distancing.

"Perlu juga diperhatikan pusat Kesehatan pesantren (puskestren) beserta tenaga dan alat medisnya," imbuhnya.

Ia mengingatkan, makna religius yang terkandung dalam Visi AKUR, jelas memaknai optimalisasi pengembangan sumber daya manusia yang berakhlakul karimah.
"Khususnya masyarakat kita yang ada di pesantren, ayolah wujudkan dengan memperhatikan seluruh elemennya,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, berdasarkan fakta bahwa pesantren di daerah merupakan pencetak sumber daya manusia yang memberikan manfaat positif di setiap kampung yang ada di wilayah Bandung Barat.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X