Calhaj Kota Bandung yang Batal Berangkat Jadi Prioritas di Musim Haji Tahun Depan

- 3 Juni 2020, 15:07 WIB
ilustrasi

KASI Haji Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bandung, Asep Sopandi mengatakan, pihaknya telah melakukan sosialisasi pada calon jemaah haji yang batal berangkat ke tanah suci tahun 2020/1441 H. Sedikitnya ada 2.427 calon jemaah haji asal kota Bandung yang belum bisa menunaikan ibadah haji tahun ini.

Asep menegaskan pihaknya pun telah berkoordinasi dengan kelompok bimbingan ibadah haji untuk terus melakukan sosialisasi pada masyarakat. Pasalnya, hampir 90 persen jemaah haji di Kota Bandung bergabung dengan kelompok haji.

"Di kota Bandung yang sudah melunasi itu berjumlah 2.427 orang. Kami terus terang persiapan administrasi dari aspek paspor, pelunasan, sudah kirimkan ke tingkat provinsi Jawa Barat," terang Asep seperti dilansir dari prfmnews.id, Rabu (3/6/2020).

Nantinya para calon jemaah yang haji yang batal berangkat pada tahun ini maka akan diprioritaskan untuk berangkat pada tahun depan. Namun ia mengaku Kemenag Kota Bandung masih menunggu mekanisme pelaksanaan kebijakan tersebut.

"Pada prinsipnya bahwa jemaah haji yang melunasi ini bakal menjadi jamaah haji tahun 2021. Tinggal nanti bagaimana mekanisme selanjutnya kami akan menunggu ketentuan dari Kemenag pusat," ungkapnya.

Menurut Asep, jemaah pun secara umum menerima keputusan Kementerian Agama yang meniadakan keberangkatan haji pada tahun ini. Ia menilai jemaah menganggap kebijakan ini sebagai kebijakan yang baik ditengah pandemi Covid-19 ini.

"Ada jemaah yang sudah berkomunikasi dengan kami. Pada prinsipnya para jemaah menerima kebijakan ini, karena ini kebijakan yang menurut hemat jemaah haji adalah kebijakan yang bijak," tambah Asep.

Selain itu, jemaah haji pun diberi kebebasan untuk mengambil kembali uang pelunasannya jika tak ingin berangkat haji. Adapun warga bisa menghubungi Kemenag Kota Bandung via website atau nomor telpon (022) 7505925.

"Jemaah haji itu dikasih ruang apabila jamaah haji ingin mengambil kembali uang pelunasannya, itu ada ketentuan bahwa itu boleh-boleh saja," pungkasnya.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X