Tahun Ajaran Baru di Jabar Dimulai 13 Juli Tapi Masih PJJ

- 4 Juni 2020, 14:57 WIB
ilustrasi

KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sudah menetapkan bahwa pelaksanaan sekolah tahun ajaran 2020/2021 di satuan pendidikan SMA/SMK/SLB Jawa Barat (Jabar) akan dimulai pada minggu ketiga Juli 2020 atau Senin (13/7/20). Kendati demikian, Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar tetap menginstruksikan sekolah untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

"Pelaksanaan sekolah tahun ajaran 2020/2021 tetap dengan mekanisme PJJ. Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangan sejumlah hal, seperti Surat Edaran Kemendikbud, dan arahan Gugus Tugas Covid-19, baik pusat maupun provinsi," ungkap Kadisdik Jabar, Dewi Sartika kamis (4/6/2020)

PJJ ini tetap dilakukan, menurut Ike, sapaan Dewi Sartika, karena pihaknya ingin memastikan keamanan dan keselamatan peserta didik. Selain itu, pihaknya juga ingin memastikan peserta didik mendapatkan hak pendidikan. "Hak pendidikan tetap harus dipenuhi selama pandemi Covid-19 dengan PJJ ini," kata Ike.

Sebelumnya, Gugus Tugas Covid-19 pusat memutuskan bahwa pembukaan sekolah atau proses belajar mengajar kembali dengan sistem tatap muka hanya dimungkinkan di kawasan zona hijau atau daerah dengan catatan nol kasus Covid-19.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), kata Ike, merekomendasikan kegiatan belajar mengajar dilakukan dengan PJJ setidaknya hingga Desember 2020 sebagai mencegah sebaran Covid-19 pada anak, mengingat anak menjadi salah satu kelompok yang rentan terinfeksi virus SARS-CoV-2.

Ia mengatakan, hasil kajian Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar terkait level kewaspadaan Covid-19 kabupaten/kota menjadi bahan pertimbangan Disdik Jabar dalam mengambil keputusan. Hasil kajian tersebut menunjukkan tidak ada satupun daerah di Jabar yang berada di level 1 atau zona hijau.

"Pertimbangan terakhir adalah masukan dari pengawas sekolah, kepala sekolah, dewan guru, dan komite sekolah. Walaupun sekolah berada di zona hijau, tetapi misalnya sarana prasarana, dan keamanan di sekolah itu belum lengkap atau memadai, tidak boleh memaksakan untuk membuka kembali sekolah atau proses belajar secara tatap muka," ucapnya.

Menurutnya, supaya PJJ berjalan optimal, menurut Dewi, Disdik Jabar sudah menumpuh sejumlah upaya. Pertama adalah penguatan guru. Hal itu dilakukan supaya guru mampu memberikan materi pembelajaran secara interaktif. Dengan begitu, peserta didik akan lebih mudah mencerna.

"Yang menjadi tantangan adalah adanya masalah psikologis dari anak. Ketika mereka sekarang harus berada di rumah dalam waktu yang lama. Guru diberikan pelatihan secara daring agar mampu memberikan pembelajaran yang menarik, interaktif, ringan, dan tidak terlalu berat," tambahnya.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X