Di Tengah Pandemi Covid-19, Produksi di Kampung Hijab Margaasih Masih Berjalan

- 4 Juni 2020, 15:11 WIB

MESKI di tengah kondisi pandemi Covid-19, produksi hijab di Kampung Hijab Desa Margaasih, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung masih berjalan. Ketua TP PKK Kabupaten Bandung, Hj. Nia Kurnia Aguastina pun mengaku sangat terkesan dan mengapresiasi.

"Para perajin hijab ini saya lihat masih mempekerjakan warga sekitar yang memang mereka sangat tergantung untuk kesejahteraan atau kebutuhan ekonomi sehari-hari. Pendapatan mereka dari hasil kerja membuat hijab," tutur Teh Nia, panggilan akrab Hj. Kurnia Agustina Dadang M. Naser kepada galamedianews.com di Kampung Hijab, Kamis (4/6/2020).

Teh Nia mengunjungi kampung itu bersama dengan Camat Cicalengka H. Entang Kurnia, Kepala Desa Margaasih Yayan S dan pihak lainnya. Pada kesempatan itu Teh Nia pun tak memungkiri, jika saat ini banyak sektor ekonomi atau perdagangan yang terganggu.

"Tetapi dengan adanya pemberlakuan new normal atau kehidupan baru akan memberikan aura baru bagi para perajin home industri hijab. Mereka berharap bisa beradaptasi dengan kondisi pandemi Covid-19 dan tetap produktif. Kami berharap kondisi ekonomi mereka bisa kembali berjalan normal lagi," katanya.

Teh Nia menambahkan, untuk mendorong pengembangan industri hijab itu, pihaknya sudah mengintegrasikannya dengan program atau konsep 1.000 kampung. Namun, tetap harus ada penggalian dari konsep tersebut.

"Misalnya apa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh maayarakat sebagai pelaku dan pemilik home industri dari kampung hijab ini," tuturnya.

Teh Nia berharap kepada pemerintah atau dinas terkait bisa menjembatani apa yang menjadi harapan dan keinginan para perajin hijab. "Usaha ini akan sangat bagus jika ditunjang dengan keberadaan galeri yang bisa menampung produk-produk para teman-teman home industri. Ketika tampilannya dibuat semenarik mungkin, nanti orang yang lewat dan melihatnya akan tertarik," ungkapnya.

Ia mengatakan para tamu atau wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Bandung bisa diarahkan ke destinasi atau kampung hijab di Desa Margaasih ini.

Kepala Desa Margaasih, Yayan S menuturkan, di desa itu saat ini ada sebanyak 300 perajin hijab. Kampung Hijab mulai berkembang sejak tahun 2000, dan saat ini potensi perputaran uang dalam produksi hijab disaat sepi mencapai Rp 1,3 miliar per bulan.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X