Masjid di Kota Bandung Dipersilahkan Gelar Salat Jumat

- 4 Juni 2020, 19:36 WIB
Warga melaksanakan salat Jumat di Pusdai, beberapa waktu lalu.

GUGUS Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bandung merestui masjid menggelar salat Jumat berjamaah. Namun, kegiatan ibadah ini harus tetap mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan Pemerintah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung sekaligus Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna menjelaskan, kegiatan keagamaan menjadi satu bagian yang masuk dalam pelonggaran masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proporsional di Kota Bandung.

Salat berjamaah termasuk salat Jumat, lanjut Ema, sudah barang tentu merupakan kegiatan keagamaan.

"Yang jelas pemahaman kami dalam Perwal itu adalah, kegiatan keagamaan menjadi bagian yang dilonggarkan. Intinya, bahwa kegiatan di tempat ibadah sudah diperbolehkan dengan ketentuan maksimal 30 persen. Pertanyaannya, apakah salat Jumat itu menjadi bagian daripada kegiatan ibadah? Nah, itu dikembalikan kesana pertanyaannya kan," jelas Ema di Balaikota Bandung, Jln. Wastukancana, Kamis (4/6/2020).

Menurutnya, tidak hanya salat berjamaah dan salat Jumat di masjid saja yang menjadi bagian pelonggaran PSBB, tetapi berlaku juga untuk kegiatan keagamaan dan peribadatan lainnya seperti Gereja, Vihara, Pura.

Meski begitu, Ema kembali menekankan syarat yang harus dipenuhi sesuai protokol kesehatan, yaitu maksimal 30 persen.

Ema pun menyatakan bahwa dalam Perwal PSBB proporsional, tidak ada satu pasal pun yang menyatakan larangan tentang hal tersebut.

"Kan bahasanya juga bukan dilarang. Jadi selama mereka berpegang pada protokol kesehatan, saya pikir dalam Perwal itu mengakomodasi," jelas Ema dilansir dari prfmnews.id.

Disinggung tentang adanya wacana salat Jumat dibagi dalam dua gelombang, Ema menegaskan hal tersebut sudah ditanggapi Majelis Ulama Indonesia (MUI) bahwa itu tidak dibenarkan.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X