LIPI Ciptakan Masker Kain Berlapis Tembaga, Diklaim Bisa Merusak Virus Penyebab Covid-19

- 4 Juni 2020, 20:03 WIB
ilustrasi

LEMBAGA Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sedang membuat masker kain disinfektor berbasis lapisan tembaga yang berpotensi mematikan virus Corona penyebab Covid-19 dengan memutus RNA dari virus yang menempel pada masker.

"Masker disinfektor ini dirancang dengan metode sederhana dan biaya terjangkau, serta menggunakan bahan baku yang mudah didapat di dalam negeri, sehingga dapat difabrikasi secara cepat dan praktis," ujar peneliti Deni Shidqi Khaerudini dari Pusat Penelitian Fisika LIPI dalam webinar "Talk to Scientists: Riset Kimia dan Fisika LIPI Antisipasi Covid-19", Jakarta, Kamis (4/6/2020).

Masker itu memiliki material dasar berupa kain katun, dan pelapis inovatif tembaga (Cu) sebagai 'contact killer' virus. Dalam hal ini, "contact killer" berarti perusakan bakteri maupun virus akibat kontak dengan tembaga.

Masker itu juga mempunyai kemampuan radikal bebas ion Cu yang mampu mematikan virus dengan memutus RNA. Masker itu bisa digunakan berkali-kali atau dicuci, dan tidak mengganggu suplai masker medis. Masker tersebut diperuntukkan bagi masyarakat umum, bukan untuk masker medis.

Deni mengatakan material aktif tembaga berperan sebagai "contact killer" sekaligus mereduksi ukuran pori masker kain.

Pengaplikasian tembaga dilakukan dengan cara pelapisan langsung atau penyisipan lembaran tembaga ke dalam masker kain.

Secara kajian ilmiah, tembaga (Cu) telah dikenal sebagai "antimicrobial agent" sejak zaman Mesir dan Yunani kuno, seperti untuk perawatan luka dan sterilisasi air.

Hingga 2011, tercatat telah terdaftar setidaknya 300 jenis paduan tembaga sebagai agen antimikroba (antimicrobial agent).

Mekanisme perusakan bakteri maupun virus akibat kontak dengan tembaga (contact killer) berbeda-beda tergantung jenis mikroorganisme.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X