Ratusan Warga Satu Kampung Di Tasikmalaya Batal Naik Haji

- 4 Juni 2020, 21:36 WIB

RATUSAN warga di satu kampung di Kabupaten Tasikmalaya batal naik haji masSal tahun ini. Mereka terkena imbas dari pembatalan keberangkatan calon jemaah haji pada tahun 2020 oleh Pemerintah Pusat.

Selain sudah menabung dan menunggu lama, banyak calon jemaah haji yang sudah membeli buah tangan hingga mempersiapkan tasyakur sebelum keberangkatan.

Warga yang batal berangkat haji itu yakni di Kampung Cimawate, Desa Tarunajaya, Kecamatan Sukaraja. Di kampung para pengusaha kerajinan kain bordir ini setidaknya ada 120 orang calon jamaah haji yang diagendakan bakal berangkat di tahun ini.

Akan tetapi akibat wabah Covid-19, pemberangkatan mereka pun kini terpaksa diundur tahun depan. Masyarakat kampung Cimawate ini terdaftar berangkat dari salah satu Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) di Kabupaten Tasikmalaya.

Mereka sudah mendaftar sejak tahun 2012. Sesuai daftat tunggu maka seharusnya tahun 2020 ini rencananya mereka akan diberangkatkan.

Meski kecewa, para calon jemaah haji di Kampung Cimawate ini tetap menerima keputusan pemerintah pusat. Selain demi terhindar dari pandemi Covid-19, pembatalan keberangkatan jemaah haji juga dianggap tepat untuk menjaga kekhusuan ibadah di tanah suci.

Salah seorang calon jamaah haji, Yusup mengungkapkan, bahwa di Kampung Cimawate Desa Tarunajaya cukup banyak calon jemaah haji yang akan berangkat tahun 2020 ini. Mereka pun berangkat bersama dalam satu KBIH. Umumnya semua mendaftar sejak tahun 2012 dengan daftar tunggu kala itu 8 tahun lamanya.

"Yang kami rasakan memang kecewa. Tetapi ini sudah takdirnya dan menjadi keputusan pemerintah. Jadi kami memakluminya," katanya.

Bahkan, dirinya sudah mempersiapkan dan membeli oleh-oleh, seperti sajadah, kurma, tasbih, kopiah dan lainnya. Semua sudah dipersiapkan sejak bulan puasa lalu dan dibeli dari salah satu toko oleh-oleh haji di Tasikmalaya. Nilainya pun mencapai jutaan rupiah.

Halaman:

Editor: Kiki Kurnia


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X