Saham di Wall Street Ditutup Bervariasi

- 5 Juni 2020, 09:46 WIB

WALL Street ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Kamis (4/6/2020) atau Jumat (5/6/2020) pagi WIB dengan S&P 500 melemah karena investor mengambil keuntungan sebelum laporan pekerjaan Jumat, mengakhiri reli empat hari didorong oleh meningkatnya sentimen ekonomi.

Indeks Nasdaq bergabung dengan S&P 500 berakhir di wilayah negatif, sementara saham unggulan atau blue-chips Dow Jones membukukan kenaikan moderat.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 11,93 poin atau 0,05 persen, menjadi ditutup di 26.281,82 poin. Indeks S&P 500 turun 10,52 poin atau 0,34 persen, menjadi berakhir di 3.112,35 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup turun 67,10 poin atau 0,69 persen, menjadi 9.615,81 poin.

Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir lebih rendah, dengan utilitas dan real estate masing-masing turun 1,95 persen dan 1,81 persen, memimpin penurunan. Sementara sektor keuangan naik 1,97 persen, kelompok berkinerja terbaik.

"Kami dinilai terlalu tinggi memasuki minggu ini," kata Kepala Investasi Independent Advisor Alliance Charlotte NC, Chris Zaccarelli, . "Tidaklah mengejutkan melihat kemunduran."

Namun ketiga indeks utama telah menunjukkan ketahanan yang luar biasa sejak penurunan Maret lalu dengan Nasdaq, S&P 500 dan Dow Jones berada sekitar dua persen, delapan persen, dan 11 persen, di bawah rekor tertinggi masing-masing yang dicapai pada Februari.

"Pasar ini telah bergerak sangat cepat sehingga ada banyak orang yang mengatakan, 'Saya akan mengambil sedikit keuntungan,'" kata Kepala Strategi Investasi The Leuthold Group, Jim Paulson, di Minneapolis.

Data ekonomi menunjukkan jumlah orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran turun di bawah dua juta untuk pertama kalinya sejak pertengahan Maret, dan anjloknya perdagangan internasional mengakibatkan defisit perdagangan AS melebar.

Laporan pekerjaan Jumat waktu setempat yang banyak ditunggu-tunggu dari Departemen Tenaga Kerja diperkirakan akan menunjukkan tingkat pengangguran AS melambung menjadi 19,7 persen, tertinggi dalam sejarah.

Protes kekerasan atas kematian George Floyd tampaknya mereda semalam karena jaksa mengajukan dakwaan baru terhadap petugas yang terlibat dalam pembunuhan tersebut.

Bank Sentral Eropa (ECB) menyetujui paket stimulus yang melampaui ekspektasi, hampir dua kali lipat ukuran Rencana Pembelian Darurat Pandemi (PEPP) menjadi 1,35 triliun euro.

Mitra Amerika-nya, Federal Reserve AS, akan bertemu minggu depan untuk pertemuan kebijakan dua hari.

American Airlines Group Inc mengumumkan akan meningkatkan jadwal penerbangannya pada Juli menjadi 55 persen dari kapasitasnya tahun lalu ketika ekonomi AS dibuka kembali, mengirimkan sahamnya melonjak 41,2 persen.

Industri maskapai komersial yang terpukul keras juga melonjak karena berita tersebut, dengan indeks ARCA Airline naik 10,1 persen.

Platform perdagangan daring global EBay Inc menguat 6,3 persen setelah menaikkan perkiraan kuartal saat ini karena lonjakan pesanan pelanggan.

Volume transaksi di bursa AS mencapai 14,46 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 11,68 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

Editor: Efrie Christianto


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X