Bikin Geger, Percakapan Donald Trump-Angela Merkel Terlalu Agresif

- 30 Juni 2020, 22:20 WIB
KANSELIR Jerman Angela Merkel dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.*

GALAMEDIA - Sejumlah pejabat Jerman sangat terkejut dengan pembicaraan yang "sangat agresif" antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Kanselir Angela Merkel. Sehubungan hal itu, mereka pun merahasiakan percakapan telepon kedua pemimpin negara adidaya itu.

Menurut laporan CNN oleh jurnalis senior Carl Bernstein, dengan mengutip beberapa sumber, dalam panggilan telepon dengan kanselir Jerman, Trump dilaporkan menghina dan meremehkan Merkel dengan cara "hampir sadis".

Baca Juga: ASUS ROG Zephyrus G14 Klaim Laptop Gaming Terkuat di Dunia Saat Ini

"Beberapa hal yang dia katakan kepada Angela Merkel benar-benar tidak dapat dipercaya: dia menyebutnya 'bodoh,' dan menuduhnya berada di kantong Rusia," kata sumber itu kepada CNN.

"... Dia paling keras (dalam panggilan telepon) dengan orang-orang yang dia pandang sebagai orang yang lemah dan paling lemah dibandingkan orang-orang yang seharusnya dia kerasi."

Kelompok pejabat yang ditugaskan untuk memantau panggilan telepon Merkel dengan Trump juga berkurang jumlahnya, hingga hanya meninggalkan "sekelompok kecil orang yang terlibat dan alasannya, alasan utama, adalah bahwa mereka (percakapan-percakapan itu) memang bermasalah," kata seorang pejabat Jerman kepada CNN.

Baca Juga: Sehari Dirilis Maria Puncaki Tangga Lagu 20 Negara, Hwasa MAMAMOO Kerap Nangis saat Menyanyikannya

Pejabat itu menambahkan bahwa percakapan antara Trump dan Merkel dianggap "sangat tidak biasa" sehingga langkah-langkah tambahan diambil untuk menjaga percakapan itu tetap rahasia.

Seorang sumber mengatakan, meskipun langkah-langkah luar biasa telah diambil terkait percakapan kedua pemimpin, Kanselir Jerman itu dilaporkan tidak terpengaruh dengan komentar Trump yang meremehkannya dan menanggapinya dengan menyampaikan fakta-fakta.

Halaman:

Editor: Dicky Aditya


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X