Penelitian Terkendala, Indonesia Miliki Vaksin Corona Februari 2021

- 1 Juli 2020, 20:29 WIB
ILUSTRASI vaksin Corona. (AFP)
ILUSTRASI vaksin Corona. (AFP) /AFP


GALAMEDIA - Sejumlah negara berlomba-lomba untuk mengembangkan vaksin Covid-19 (virus corona), termasuk Indonesia. Di Indonesia, Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman baru bisa menyelesaikannya pada Februari 2021.

Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Prof Amin Soebandrio mengatakan, pihaknya menargetkan vaksin Corona itu akan selesai pada Februari 2021. Namun pihaknya akan berusaha agar vaksin untuk Corona bisa selesai lebih cepat.

Baca Juga: Sebanyak 110 Ribu PNS, TNI/Polri dan DPRD Masuk Data Orang Miskin

"Harapan kami adalah Februari 2021 sudah bisa kami serahkan kepada industri. Walaupun kami menerima banyak permintaan agar proses ini bisa dipersingkat sampai dengan sebelum akhir 2020, kami tetap akan berusaha sekuat-kuatnya supaya ini bisa cepat selesai. Tapi ini prediksi kami akan selesai di Februari 2021," ujar Prof Amin, Rabu (1/7/2020).

Prof Amin juga mengungkapkan kendala riset vaksin Corona di Indonesia. Kendalanya berkaitan dengan ketersediaan reagen khusus.

"Beberapa kendala barangkali yang dapat kami share, pada umumnya reagen sudah tersedia tetapi ada beberapa reagen khusus yang sudah dipesan tapi masih dalam perjalanan dalam prosesnya untuk dikirim ke Indonesia," ungkapnya.

LBM Eijkman juga telah melakukan uji terkait terapi plasma konvalesen kepada 10 pasien COVID-19 di RSPAD Gatot Soebroto. Plasma konvalesen diharapkan bisa membantu pasien Corona yang kondisinya berat dengan pemberian plasma dari pasien yang sudah sembuh.

Baca Juga: PM Israel Nyatakan Bakal Habisi Pasukan Militer Iran di Suriah

"Perkembangannya saat ini sedang dilaksanakan uji klinik di RSPAD, sudah ada 10 kasus yang menerima plasma konvalesen ini. Hasilnya adalah 8 orang dalam kondisi baik, yang 2 itu meninggal tapi keadaannya sudah sangat berat. Jadi meninggalnya bukan karena kegagalan plasma konvalesen," jelas Prof Amin.

"Dan saat ini Lembaga Eijkman sudah siap untuk melakukan pengujian untuk mengevaluasi plasma donor, apakah memang dia memiliki kemampuan untuk menetralisasi virus. Jadi ini untuk mengukur antibodi dalam plasma tersebut. Jadi ini sudah berjalan," ungkapnya.***

Halaman:

Editor: Dicky Aditya


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X