Badut-Badut Kota Cimahi Galau, Tiga Bulan Tanpa Penghasilan

- 2 Juli 2020, 19:01 WIB
Badut di Kota Cimahi. (Laksmi Sri Sundari/Galamedia) /


GALAMEDIA - Sudah hampir tiga bulan menganggur akibat pandemi Covid-19, penyedia jasa hiburan menunggu kejelasan dari pemerintah soal kapan bisa diizinkan kembali menjalankan bisnisnya.

Adanya pandemi Covid-19 mengharuskan pembatasan aktivitas di luar rumah, menyebabkan beberapa kegiatan yang mengumpulkan orang banyak tidak bisa dilakukan. Salah satunya hiburan badut.

"Walaupun masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) sudah berjalan, kami belum bisa kembali menjalankan bisnis menghibur masyarakat," kata Hendayana dari kelompok Komunitas Badut Nyentrik Bandung Cimahi (Necis), Kamis (2/7/2020).

Baca Juga: Hari Ini Berulang Tahun, Kim Go-eun Singkirkan 300 Artis Saingan Demi Adegan Ranjang

Ia mengatakan, sejak pemberlakuan pembatasan aktivitas masyarakat hingga sekarang, pihaknya kehilangan pendapatan dari kegiatan menghibur acara ulang tahun anak-anak, festival dan lain-lainnya.

Padahal saat kondisi normal, pekerja jasa hiburan badut bisa mendapat penghasilan cukup, bahkan di atas rata-rata.

"Sebelumnya, kita biasanya mendapat Rp 9 juta dalam sebulan, tapi sekarang nyaris tidak dapat apa-apa. Pandemi virus korona sangat memukul pelaku jasa hiburan, yang menjadi sumber pendapatan utama kita," ucapnya.

Baca Juga: Ngenes Disudutkan, Via Vallen Bongkar Alasan Tolak Pije ke Rumahnya

Sembil menunggu kejelasan, dia mengaku, anggota komunitas Necis rutin mengadakan berbagai kegiatan sosial seperti hiburan badut gratis bagi anak melalui media sosial, trauma healing  seminggu sekali, hingga bakti sosial dengan memberikan sumbangan berupa pakaian layak, alat tulis, mainan dan sembako bagi warga terdampak Covid-19.

"Disela-sela menghibur anak-anak, kami selipkan edukasi kepada mereka agar selalu menerapkan  protokol kesehatan seperti menggunakan masker, jaga jarak dan cuci tangan," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Dicky Aditya


Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X